SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Brontusin Sirup 60 ml digunakan untuk meringankan batuk berdahak, batuk karena alergi, sakit kepala dan menurunkan demam

Brontusin Sirup 60 ml


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

Deskripsi

Brontusin sirup digunakan untuk menurunkan panas badan pada keadaan demam dan menghilangkan rasa nyeri. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif paracetamol, guaifenesin dan chlorpheniramine maleate.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Brontusin Sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate.
Kelas Terapi
Obat batuk dan flu.
Klasifikasi
Analgesik non-opioid.
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Candra Nusantara Jaya

Informasi Zat Aktif

Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini dapat mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan (prostaglandin) di otak. Parasetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesine bertindak sebagai ekspektoran dengan meningkatkan hidrasi efektif kelenjar pernapasan, sehingga meningkatkan volume dan mengurangi viskositas sekresi bronkus yang kuat, sehingga memfasilitasi pembuangannya dengan proses pembersihan alami.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaiphenesine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Ephedrine chloride adalah obat yang dapat mengatasi hidung tersumbat (dekongestan) dan melebarkan saluran pernapasan atau bronkus (bronkodilator). Ephedrine hcl bekerja dengan mengurangi pembengkakan dan penyempitan pembuluh darah di saluran hidung dan memperlebar saluran udara paru-paru, sehingga dapat memudahkan pernapasan.

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Secara perlahan dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dosis sebagian besar diekskresikan tidak berubah dalam urine; kecepatan ekskresi tergantung pada pH urine.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat)

Meringankan batuk berdahak, batuk karena alergi, sakit kepala dan menurunkan panas badan atau demam yang menyertai influenza.

Komposisi

Tiap 5 ml:

Dosis

Anak-anak:

  • 2-5 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Rasa mengantuk dan lesu.
  • Mulut kering.
  • Mual dan muntah.
  • Penggunaan dosis besar atau jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30° C.

Perhatian Khusus

  • Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
  • Penderita penyakit ginjal.
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Tidak dianjurkan untuk batuk kering atau batuk yang tidak berdahak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penderita dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Hentikan penggunaan jika demam tidak menurun setelah mengonsumsinya selama 3 hari atau nyeri tidak hilang setelah 5 hari.
  • Timbulnya ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.
Sesuai kemasan per Februari 2020
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Brontusin Sirup 60 ml