Brondisal Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Brondisal Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung salbutamol 2 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Brondisal Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Salbutamol
Kelas Terapi
Antiasma
Klasifikasi Obat
Beta 2 agonis reseptor adrenergik
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Global Multi Pharmalab

Informasi Zat Aktif

Salbutamol merupakan obat golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Obat ini membantu mengatasi penyakit asma dengan cara melebarkan saluran pernapasan yang menyempit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, salbutamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme di hati dan dinding usus.
  • Ekskresi: Melalui urine sebagai metabolit dan obat tidak berubah, serta feses dalam jumlah kecil.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengatasi penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme).
  • Mengobati kerusakan pada kantung udara yang menyebabkan napas menjadi pendek (emfisema).
  • Mengatasi gangguan saluran pernapasan, seperti asma bronkial.

Salbutamol digunakan untuk mengobati mengi dan sesak napas yang disebabkan masalah pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Obat ini bekerja dengan mengendurkan otot di sekitar saluran udara, sehingga saluran pernapasan akan terbuka dan lebih mudah bernapas.

Komposisi Obat

Salbutamol 2 mg.

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 2-4 mg sebanyak 3-4 kali/hari

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: 1-2 mg sebanyak 3-4 kali/hari
  • 6-12 tahun: 2 mg sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai obat

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 2-4 mg sebanyak 3-4 kali/hari

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: 1-2 mg sebanyak 3-4 kali/hari
  • 6-12 tahun: 2 mg sebanyak 3-4 kali/hari

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Muntah
    Minumah  banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Tanda-tanda dehidrasi adalah buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Jangan minum obat lain tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi salbutamol. Bicaralah dengan dokter Anda jika gejala ini berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Nyeri otot
    Jika Anda mengalami nyeri otot yang tidak biasa dan bukan karena latihan atau kerja keras, segera hubungi dokter.
  • Mual
    Minumlah salbutamol saat atau setelah makan. Hindari makanan kaya rasa atau pedas.
  • Gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor)
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah kadar normal (hipotensi)
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Nafsu makan meningkat atau menurun
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Jantung berdetak cepat
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Keringat berlebih
  • Hiperaktif
  • Mimisan
  • Kulit pucat
  • Gugup
  • Kegugupan

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid tinggi dalam tubuh (hipertiroidisme)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien lanjut usia
  • Ibu menyusui
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal
  • Pasien dengan gangguan kejang
  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien yang mengalami komplikasi tingginya kadar hormon tiroid dalam darah (hipertiroidisme atau tirotoksikosis)
  • Pasien yang memiliki kadar keton terlalu tinggi dalam tubuh (ketoasidosis)
  • Pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia)
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien yang rentan mengalami gangguan pada ritme jantung yang menyebabkan denyut jantung cepat dan tidak beraturan (perpanjangan interval QT) atau gangguan irama jantung

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Brondisal tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki gejala penyakit Parkinson atau gangguan ekstrapiramidal lain
  • Pasien yang mengonsumsi obat golongan beta blocker
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih atau saluran pencernaan
  • Pasien yang mengalami kelainan darah secara genetik (porfiria akut)
  • Pasien dengan riwayat depresi
  • Ibu hamil dan menyusui

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kortikosteroid
    Meningkatkan risiko pembengkakan (edema) pada paru jika dikonsumsi bersama kortikosteroid.
  • Obat simpatomimetik
    Meningkatkan risiko efek kardiovaskular, seperti gangguan irama jantung, jika dikonsumsi dengan obat simpatomimetik lain.
  • Guanetidin, reserpin, metildopa, TCAs, dan MAOIs
    Efek salbutamol dapat diubah obat-obatan di atas, sehingga asma akan tetap terjadi.
  • Metildopa
    Penggunaan salbutamol bersama metildopa dapat menyebabkan hipotensi akut atau penurunan tekanan darah dalam waktu yang cepat.
  • Obat antidiabetes
    Salbutamol dapat memberikan efek berlawanan pada obat antidiabetes, sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi dalam tubuh.
  • Beta-blocker
    Salbutamol akan menghasilkan efek berlawanan jika dikonsumsi dengan obat golongan beta-blocker.
  • Obat yang menurunkan jumlah kalium darah, seperti kortikosteroid, diuretik, xanthines, dan digoxin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko hipokalemia atau kadar kalium yang sangat rendah dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat
  • Gugup, gemetar (tremor), sakit kepala, atau pusing
  • Efek samping yang jarang tetapi sangat serius, seperti nyeri dada dan detak jantung tidak teratur
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Brondisal Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)