Stok Habis
Bioprexium tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi

Bioprexium Tablet 10 mg (1 botol @ 30 Tablet)


Harga Produk
Rp 553.245

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Bioprexum tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bioprexium tablet mengandung zat aktif perindopril arginine.

Tekanan darah tinggi adalah kondisi umum dan bila tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan bagian tubuh lainnya. Kerusakan pada organ-organ ini dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kehilangan penglihatan, dan masalah lainnya.

Perindopril dapat membantu mengurangi risiko stroke dan serangan jantung di masa mendatang.

Informasi zat aktif :

Perindopril mampu mencegah perubahan hormon yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yaitu angiotensin I menjadi angiotensin II.

Pencegahan perubahan hormon ini akan meningkatkan aktivitas renin plasma, serta menurunkan terjadinya penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan pengeluaran hormon aldosteron yang berfungsi mengatur tekanan darah.


Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, perindopril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Makanan sedikit mengurangi penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 65-75%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi plasma puncak) kira-kira 1 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sekitar 0,2 L/kg (perindoprilat). Ikatan protein plasma sekitar 60%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat penurun tekanan darah (antihipertensi), peluruh urine (diuretik), nitrat, dan baclofen.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Spironolakton dan eplerenon, suplemen K, atau agen lain yang mempengaruhi konsentrasi K serum, misalnya trimetoprim, ciclosporin, dan heparin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Insulin dan obat gangguan gula darah (hipoglikemik) oral.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan efek penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemia).
  • Temsirolimus, sirolimus, everolimus, racecadotril, dan sitagliptin dan linagliptin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko pembengkakan di sekitar pipi, mata dan mulut yang disebabkan alergi (angioedema).
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal dan mengurangi efek penurunan tekanan darah (antihipertensi) perindopril.
  • Lithium.
    Perindopril dapat meningkatkan kadar serum dan menyebabkan keracunan lithium.
  • Natrium aurothiomalat.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan reaksi nitritoid yang ditandai dengan kemerahan pada wajah, mual, muntah, dan penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Aliskiren.
    Peningkatan risiko penurunan tekanan darah (hipotensi), peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), dan perubahan fungsi ginjal dengan aliskiren.
  • Sacubitril atau valsartan.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko pembengkakan di sekitar pipi, mata dan mulut yang disebabkan alergi (angioedema).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan.
  • Demam, menggigil, nyeri tubuh, gejala flu, serta luka di mulut dan tenggorokan.
  • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil.
  • Pembengkakan dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Kalium tinggi yang ditandai mual, detak jantung lambat atau tidak biasa, kelemahan, dan kehilangan gerakan.
  • Kulit pucat dan mudah memar atau berdarah.
  • Menguningnya kulit atau mata.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Menurunkan risiko terjadinya stroke atau serangan jantung.
  • Mengatasi kondisi gagal jantung, yaitu melemahnya jantung dalam memompa darah yang membuat darah yang dialirkan ke organ tubuh tidak mencukupi.
  • Menurunkan risiko kematian atau serangan jantung jika Anda memiliki penyakit arteri koroner yang stabil.

Perindopril termasuk dalam golongan obat inhibitor angiotensin-converting enzymee (ACE). Obat ini bekerja dengan membantu pembuluh darah agar rileks dan melebar, sehingga akan menurunkan tekanan darah.

Komposisi Obat

Perindopril arginine 10 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hipertensi: 5 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg sebanyak 1 kali/hari sesudah 1 bulan terapi.
  • Penyakit arteri koroner stabil:
  • Gagal jantung kongestif:

Pasien lanjut usia:

  • Dosis awal: 2,5 mg sebanyak 1 kali/hari, dikonsumsi pada pagi hari ketika sebelum makan.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau sebelum makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut.
    Jika Anda mengalami diare atau muntah karena sakit perut, beri tahu dokter Anda. Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan perindopril untuk sementara sampai merasa lebih baik.
  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minumlah banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak minum alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Gatal atau ruam pada kulit.
    Cobalah meminum obat antialergi yang dapat Anda beli di apotek. Tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis obat antialergi yang cocok untuk Anda.
  • Batuk kering yang mengiritasi.
    Obat batuk biasanya tidak membantu meredakan batuk yang disebabkan oleh perindopril. Terkadang, batuk yang disebabkan penggunaan obat ini dapat sembuh sendiri. Bicaralah dengan dokter jika batuk masih berlanjut atau mengganggu tidur. Bahkan, jika Anda berhenti menggunakan perindopril, batuk mungkin membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Merasa pusing.
    Jika perindopril membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Muntah dan diare.
    Banyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi. Jika Anda sedang sakit, minumlah sedikit-sedikit, sesering mungkin. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin saat penglihatan Anda kabur. Jika efek samping ini berlangsung lebih dari satu hari, hubungi dokter. Perawatan Anda mungkin akan mengalami perubahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami penebalan katup jantung (mitral valve) dan penyempitan katup jantung (stenosis aorta).
  • Pasien yang mengalami penebalan pada jantung tanpa penyebab jelas (kardiomiopati hipertrofik).
  • Pasien dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan atau diastolik (hipertensi renovaskular).
  • Pasien yang menggunakan obat ini bersama obat penekan sistem imun (imunosupresan), allupurinol, atau terapi dengan prokainamid.
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Pasien yang mengalami kekurangan cairan ekstrasel (volume deplesi).
  • Pasien penderita nyeri dada (angina pektoris) tidak stabil.
  • Pasien penderita tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita penyakit kuning atau gejala tingginya enzim hati.
  • Pasien penyakit kolagen pembuluh darah.
  • Pasien yang menjalankan operasi besar.
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes).
  • Lakukan pemeriksaan jumlah darah lengkap dan kadar serum K.
  • Wanita hamil trimester pertama.
  • Anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat alergi pembengkakan pada bagian tubuh, seperti di sekitar mata, bibir, dan pipi (angioedema).
  • Pasien diabetes atau gangguan ginjal yang mengonsumsi obat ini bersama aliskiren.
  • Wanita hamil trimester kedua dan ketiga.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Bioprexium Tablet 10 mg (1 botol @ 30 Tablet)