Bidium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Bidium Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung loperamida hci 2 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Bidium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Loperamida HCI
Kelas Terapi
Antidiare
Klasifikasi Obat
Antipropulsives
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Bima Mitra Farma

Informasi Zat Aktif

Loperamide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare dengan cara mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus, serta memperlambat gerakan usus. Dengan begitu, frekuensi buang air besar pun akan berkurang.

Obat ini dapat membantu meredakan diare, tetapi tidak mengobati penyebab diare, seperti infeksi atau sakit perut. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, loperamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Buruk, diserap di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 0,3%.
  • Distribusi: Buruk, didistribusikan ke otak. Memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah) dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 10 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengatasi penyakit ginjal yang disebabkan diabetes (nefropati diabetik).
  • Mengobati penyakit gagal jantung.
  • Terapi setelah mengalami serangan jantung.

Lisinopril bekerja dengan mengurangi produksi enzim angiotensin II. Dengan berkurangnya produksi enzim tersebut, pembuluh darah pun dapat melebar, sehingga aliran darah lebih lancar dan jantung dapat lebih efisien memompa darah.

Komposisi Obat

Loperamida HCI 2 mg.

Dosis Obat

Diare akut (nonspesifik)

  • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1-2 kali/hari
  • Dosis lazim: 2-4 mg sebanyak 1-2 kali/hari
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari

Diare kronis

  • Dosis lazim: 4-8 mg/hari
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala
    Istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk.
  • Pusing
    Jika loperamide membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan mesin.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
    Hentikan penggunaan loperamid dan minum banyak air. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit perut
    Konsumsi loperamid dengan atau setelah makan. Makanlah dalam jumlah sedikit dan hindari makanan pedas.
  • Gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen)
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh, biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema)
  • Pelebaran atau pembesaran usus besar (megakolon toksik)
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Kehilangan kesadaran sementara (sinkop)
  • Detak jantung berdetak terlalu cepat
  • Otot usus mengalami kelumpuhan (ileus)
  • Lesu
  • Ruam pada kulit
  • Kelelahan
  • Mual atau muntah
  • Mulut kering
  • Ruam pada kulit
  • Feses berdarah.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS)
  • Anak-anak
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus)
  • Dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien penderita gangguan hati

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Bidium tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap loperamide
  • Pasien yang mengalami demam tinggi
  • Pasien dengan peradangan kronis yang terjadi pada usus besar
  • Pasien dengan kondisi gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen)
  • Pasien penderita diare karena infeksi
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis)
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah
  • Pasien yang mengalami diare berdarah
  • Pasien dengan kondisi otot usus mengalami kelumpuhan (ileus)

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek loperamide, sehingga dapat menyebabkan konstipasi atau susah buang air besar.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare yang sedang berlangsung atau memburuk
  • Detak jantung cepat, dada berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan
  • Diare berair atau berdarah
  • Sakit perut atau kembung
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Bidium Tablet 2 mg (10 Strip @ 10 Tablet)