Bidium Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Bidium Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengatasi diare akut atau yang berlangsung kurang dari 2 minggu dan diare kronis atau yang berlangsung lebih dari 2 minggu. mengatasi diare yang terjadi saat perjalanan atau bepergian. loperamide bisa membantu mengatasi diare akut. diare akut pada orang dewasa mulai tiba-tiba dan dalam banyak kasus mereda dalam beberapa hari. pengobatan utamanya adalah banyak minum untuk mencegah dehidrasi. penyebab diare akut yang paling umum adalah infeksi, baik karena bakteri, virus, atau kuman lain.
Bidium Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Loperamide HCI
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Bima Mitra Farma

Informasi Zat Aktif

Loperamide digunakan untuk mengobati diare. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat pergerakan usus sehingga diare bisa dihentikan. Loperamide dimanfaatkan juga untuk mengurangi jumlah debit pada pasien yang telah mendapatkan pascaileostomi, yakni lubang baru pengganti anus (dubur) pada dinding perut, dan terhubung dengan bagian akhir dari usus halus.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengatasi diare akut atau yang berlangsung kurang dari 2 minggu dan diare kronis atau yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
  • Mengatasi diare yang terjadi saat perjalanan atau bepergian.

Loperamide bisa membantu mengatasi diare akut. Diare akut pada orang dewasa mulai tiba-tiba dan dalam banyak kasus mereda dalam beberapa hari. Pengobatan utamanya adalah banyak minum untuk mencegah dehidrasi. Penyebab diare akut yang paling umum adalah infeksi, baik karena bakteri, virus, atau kuman lain.

Komposisi Obat

Loperamide HCI 2 mg.

Dosis Obat

Diare akut (non spesifik):

  • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis lazim: 2-4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Diare kronik:

  • Dosis lazim: 4-8 mg/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Pusing.
    Jika loperamide membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan mesin.
  • Kesulitan buang air besar (sembeliti).
    Hentikan penggunaan loperamid dan minum banyak air. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Konsumsi loperamid dengan atau setelah makan. Makanlah dalam jumlah sedikit dan hindari makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk.
  • Gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen).
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh, biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Pelebaran atau pembesaran usus besar (megakolon toksik).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kehilangan kesadaran sementara (sinkop).
  • Detak jantung berdetak terlalu cepat.
  • Otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Lesu.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Nyeri pada perut.
  • Feses berdarah.
  • Nyeri pada perut.
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Muntah.
  • Ruam pada kulit.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).
  • Dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Bidium tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap loperamide.
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita diare karena infeksi.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Pasien dengan kondisi otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien dengan kondisi gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek dari loperamide, sehingga dapat menyebabkan konstipasi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Bidium Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)