SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Bernoflox Tablet adalah obat yang mengandung Ciprofloxacin 500 mg

Bernoflox Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Stok HabisCari produk lain dikategoriObat Kerasataulihat selengkapnya dari Bernoflox

logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Bernoflox Kaplet 500 mg (1 Strip @ 4 Kaplet) adalah obat untuk
infeksi saluran kemih
infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak
infeksi tulang dan sendi
infeksi saluran cerna
infeksi tulang (osteomielitis) akut

Bernoflox Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama

Ciprofloxacin

Kelas Terapi

Antibiotik

Klasifikasi

Antimikroba

Kemasan

1 strip @ 10 tablet (500 mg)

Produsen
Bernofarm

Indikasi (manfaat)

    Infeksi saluran kemih
    Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak
    Infeksi tulang dan sendi
    Infeksi saluran cerna
    infeksi tulang (osteomielitis) akut

Komposisi

Ciprofloxacin 500 mg

Dosis

Infeksi saluran kemih:

  • Ringan-sedang: 250 mg
  • Infeksi berat: 500 mg

Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi :

  • Ringan-sedang: 500 mg
  • Infeksi berat: 750 mg

Infeksi saluran cerna: 500 mg

Osteomielitis akut: 750 mg

Aturan pakai

Dikonsumsi saat makan atau sesudah makan. Tablet harus ditelan utuh, tidak dihancurkan, tidak dilarutkan dalam air, dan tidak dikunyah.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Kompreslah perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.
  • Jantung berdetak lambat atau tidak teratur.
  • Merasa dingin.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Gula darah rendah.
  • Lelah.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelainan biokimia, yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal), yaitu laju rata-rata penyaringan darah.
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang mengalami stres (trauma, syok, infeksi, dan pembedahan).
  • Pasien yang memiliki kadar keton tinggi dalam darah atau urine.
  • Pasien yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral lainnya.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau pasien dengan riwayat penyakit ginjal kronis karena berisiko meningkatkan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat). Hal ini dapat menyebabkan kegagalan saluran pernapasan akut, sehingga jaringan dalam tubuh tidak dapat menggunakan oksigen (dysoxia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat menyebabkan kematian.
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen karena penyakit akut atau kronis, seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok.
  • Pasien yang mengalami kondisi tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronis atau akut, tanpa atau disertai koma.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi diabetes yang mematikan, yang disebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (ketoasidosis diabetikum).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien penyakit hati kronis.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Pasien penderita kelainan biokimia, yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal), yaitu laju rata-rata penyaringan darah.
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang mengalami stres (trauma, syok, infeksi, dan pembedahan).
  • Pasien yang memiliki kadar keton tinggi dalam darah atau urine.
  • Pasien yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral lainnya.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Merasa dingin
  • Sakit perut dan muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa pusing, lelah, atau sangat lemah
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Infeksi saluran kemihInfeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunakInfeksi tulang dan sendiInfeksi saluran cernainfeksi tulang (osteomielitis) akut

Infeksi saluran kemih:Ringan-sedang: 250 mgInfeksi berat: 500 mgInfeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi :Ringan-sedang: 500 mgInfeksi berat: 750 mgInfeksi saluran cerna: 500 mgOsteomielitis akut: 750 mg

Dikonsumsi saat makan atau sesudah makan. Tablet harus ditelan utuh, tidak dihancurkan, tidak dilarutkan dalam air, dan tidak dikunyah.

Diare.Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.Pusing.Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.Sakit perut.Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Kompreslah perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.Muntah.Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.Jantung berdetak lambat atau tidak teratur.Merasa dingin.Kesulitan bernapas.Nyeri otot yang tidak biasa.Gula darah rendah.Lelah.

Nama Produk

Bernoflox Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)