Bamgetol 200 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Bamgetol tablet adalah obat untuk mengatasi serta mencegah kejang, misalnya pada penyakit epilepsi. Obat ini merupakan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menyertakan atau menggunakan resep dokter. Bamgetol 200 mg tablet mengandung zat aktif carbamazepine.

Kandungan carbamazepine pada obat Bamgetol dikenal sebagai obat antikonvulsan atau antiepilepsi. Obat ini biasa digunakan untuk mencegah dan mengendalikan kejang. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri saraf tertentu, seperti neuralgia trigeminal, yaitu kondisi nyeri kronis karena gangguan saraf trigeminal.

Informasi zat aktif :

Carbamazepine memiliki cara kerja dengan mengurangi penyebaran aktivitas kejang di otak dan memulihkan keseimbangan aktivitas saraf.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, carbamazepine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap perlahan dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh, melintasi penghalang plasenta dan terakumulasi di jaringan janin. Sekitar 75% terikat protein. Kadar carbamazepine dalam ASI mendekati 60% dari kadar serum.
  • Metabolisme: Dimetabolisme oleh hati menjadi metabolit aktif. Seiring waktu, diperlukan dosis lebih tinggi untuk mempertahankan kadar dalam plasma.
  • Ekskresi: Diekskresikan melalui urine (70%) dan feses (30%).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Erythromycin, isoniazidum, verapamil, diltiazem, dekstropropoksipen, viloksazin, dan simetidin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi obat dalam plasma, sehingga dapat memicu toksisitas atau keracunan.
  • Kontrasepsi oral.
    Carbamazepine dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Apiksaban, rivaroksaban, nifedipine, nimodipine, efavirens, etravirin, rilpivirin, dan ranolazin.
    Carbamazepine dapat menurunkan efektivitas obat-obatan di atas.
  • Aripiprazole.
    Carbamazepine dapat mengurangi efektivitas aripiprazole dalam mengatasi gangguan mental.
  • Lithium.
    Penggunaan bersama lithium dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam pada kulit.
  • Kehilangan nafsu makan, sakit perut bagian kanan atas, dan urine berwarna gelap.
  • Detak jantung lambat, cepat, atau berdebar kencang.
  • Anemia atau masalah darah lainnya yang ditandai demam, menggigil, sakit tenggorokan, seriawan, gusi berdarah, mimisan, kulit pucat, mudah memar, kelelahan yang tidak biasa, dan merasa pusing atau sesak napas.
  • Kadar natrium rendah dalam tubuh, seperti sakit kepala, kebingungan, kelemahan parah, perasaan tidak stabil, dan kejang meningkat.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati dan mencegah kejang.
  • Mengatasi gangguan pada saraf karena penyakit kencing manis (diabetes melitus) yang biasanya ditandai gejala nyeri, mati rasa, dan kesemutan (diabetik neuropati).
  • Meringankan neuralgia trigeminal, yang menyebabkan nyeri kronis di salah satu sisi wajah, terutama daerah pipi ke bawah.
  • Mengatasi bipolar yaitu gangguan mental berupa perubahan emosi yang drastis..

<Carbamazepine mampu mengurangi aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Selain mengendalikan kejang dan nyeri saraf, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar.

Komposisi Obat

Caramazepine 200 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Epilepsi:
    • Dosis awal: 100-200 mg sebanyak 1-2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Nyeri pada diabetik neuropati: 200 mg sebanyak 2-4 kali/hari.

Anak-anak:

  • Epilepsi: 10-20 mg/kg BB/hari.
  • Mania dan pencegahan mania depresif:
    • Dosis awal: 200-400 mg/hari dalam 2 dosis terbagi.
    • Dosis maksimal: 1200 mg/hari.

Dosis ini dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Diare.
    Minumlah air sedikit demi sedikit, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mual.
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas. Anda bisa coba mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mencegah efek samping ini. Jika Anda sedang sakit, cobalah minum sedikit air untuk menghindari dehidrasi.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Merasa mengantuk, pusing atau lelah.
    Jangan mengemudi atau menjalankan mesin jika Anda merasakan efek samping ini. Hindari minuman beralkohol karena akan membuat Anda merasa lebih lelah. Jika Anda merasa pusing, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Efek samping akan hilang saat tubuh Anda terbiasan dengan carbamazepine. Jika tidak sembuh setelah beberapa minggu, segera hubungi dokter.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet atau mengisap manisan bebas gula.
  • Peningkatan berat badan.
    Cobalah makan makanan seimbang, tanpa menambah porsi Anda. Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori, seperti keripik, kue, biskuit, dan manisan. Jika Anda merasa lapar di antara waktu makan, makanlah buah, sayuran, atau makanan rendah kalori. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil.
  • Gangguan penglihatan.
  • Demam.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Gangguan pada darah.
  • Gangguan koordinasi otot yang disebabkan masalah pada otak (ataksia).
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelainan pada darah.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular berat.
  • Pasien yang mengalami kerusakan ginjal atau hati.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien lanjut usia.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita depresi pada sumsum tulang.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap carbamazepine.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase, seperti fenelzin dan transilpromin.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Bamgetol 200 mg (10 Strip @ 10 Tablet)