Avesco Kaplet 20 mg (3 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Avesco kaplet adalah obat untuk menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat (LDL atau Low Density Lipoprotein), dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL atau High Density Lipoprotein)
pada penderita kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Avesco kaplet 20 mg mengandung zat aktif atorvastatin calcium. Atorvastatin dapat digunakan bersama diet, program penurunan berat badan, dan olahraga untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, serta kemungkinan operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau berisiko terkena penyakit jantung.

Selain itu, atorvastatin juga dapat digunakan untuk menurunkan jumlah kolesterol dan zat lemak lainnya dalam darah pada anak-anak dan remaja usia 10 hingga 17 tahun yang menderita hiperkolesterolemia heterozigot familial, yaitu kondisi bawaan ketika kolesterol tidak dapat dikeluarkan dari tubuh secara normal.

Informasi zat aktif :

Atorvastatin termasuk dalam kelompok obat statin atau penghambat reduktase HMG-CoA. Obat ini mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh tubuh dengan memblokir aksi enzim tertentu yang diperlukan untuk membuat kolesterol.

Dengan menurunnya kolesterol dalam tubuh, maka risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pun akan menurun. Atorvastatin juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko penyakit jantung pada orang yang memiliki risiko lebih tinggi, meskipun kadar kolesterolnya normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atorvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 12-14% dan waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 381 L. Ikatan protein plasma sebesar 98% ke atas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati, menjalani metabolisme jalur pertama yang ekstensif di mukosa gastrointestinal dan hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu dan urine (<2% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 14 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Avesco kaplet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Asam fusidat sistemik.
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindron dan etinil estradiol.
    Atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping digoksin, seperti sakit kepala dan mual.
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol.
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitas atorvastatin dalam menurunkan kolesterol akan berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kejang yang tidak terkontrol.
  • Infeksi atau penyakit parah.
  • Operasi atau keadaan darurat medis.
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah Anda.
  • Penurunan tekanan darah sangat rendah.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu meningkatkan kolesterol baik, seperti High Density Lipoprotein (HDL).
  • Mengobati pasien yang memilki kadar lemak dalam darah yang tinggi (hiperlipidemia), hiperlipidemia kombinasi, tingginya kadar kolesterol total antara 600-1000 mg/dl yang tidak dapat diobati (hiperkolesterolemia familial homozigot) dan tingginya kadar kolesterol total antara 350-600 mg/dl (hiperkolesterolemia familial heterozigot).
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida.
  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
  • Sebagai tambahan diet dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida yang meningkat pada pasien dengan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia primer).

Atorvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Komposisi Obat

Atorvastatin calcium 20 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial, dislipidemia campuran, dan hiperkolesterolemia nonfamilial:
    • Dosis awal: 10 atau 20 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai dengan respons pada interval 2-4 minggu.
    • Dosis umum: 10-80 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari.
    • Pasien yang membutuhkan penurunan kolesterol LDL sebanyak 45% ke atas: dosis dimulai pada 40 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi:
    • Dosis awal pencegahan primer: 10 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai kadar kolesterol LDL yang seharusnya.

Anak-anak berusia 10-17 tahun:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial:
    • Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai respons pada interval 4 minggu.
    • Dosis umum: 10 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian.
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan, atau kelelahan yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Diare.
    Konsumsi banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit tenggorokan.
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat serta minumah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Mual atau gangguan pencernaan.
    Jangan mengonsumsi makanan pedas. Minumah obat ini setelah makan untuk mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala berlanjut selama lebih dari beberapa hari atau bertambah parah.
  • Sembelit atau perut kembung.
    Konsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berari Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Mimisan.
    Cobalah untuk mengolesi vaselin tipis-tipis pada tepi dalam bagian hidung.
  • Munculnya gejala pilek.
    Cobalah untuk konsumsi paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker untuk rekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik).
  • Insomnia.
  • Sakit perut.
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kelainan otot (miopati).
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Kelelahan (astenia).
  • Kerusakan saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri di tangan dan kaki (neuropati perifer).
  • Ketidakmampuan ereksi atau mempertahankan ereksi secara konsisten (impotensi).
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis).
  • Muntah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kekakuan otot.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang baru mengalami stroke.
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan secara berkala.
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok dan minum alkohol, serta diet rendah kolestrol.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal karena dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat cilcosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya.
  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan pada saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Avesco Kaplet 20 mg (3 Strip @ 10 Kaplet)