Atrocox Tablet 7.5 mg (2 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Atrocox Tablet 7.5 mg (2 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk pengobatan jangka pendek untuk osteoartritis. pengobatan jangka panjang untuk artritis rheumatoid. mengobati peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang belakang, atau disebut spondilitis ankilosa.
Atrocox Tablet 7.5 mg (2 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam.
Kelas Terapi
Antiinflamasi dan antirematik.
Klasifikasi Obat
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 10 tablet (7.5 mg)
Produsen
Simex

Informasi Zat Aktif

Meloxicam adalah golongan NSAID yang memiliki kegunaan untuk meredakan peradangan (antiinflamasi), meringankan rasa nyeri (analgesik), dan menurunkan demam (antipiretik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: kira-kira 10 liter. Ikatan protein plasma sekitar 99,4%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan tinja sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Pengobatan jangka pendek untuk osteoartritis.
  • Pengobatan jangka panjang untuk artritis rheumatoid.
  • Mengobati peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang belakang, atau disebut spondilitis ankilosa.

Komposisi Obat

Meloxicam 7,5 mg.

Dosis Obat

  • Rheumatoid arthritis: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari.
  • Osteoarthritis: 7,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau yang melakukan cuci darah:
    • Dosis maksimal: 7,5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Gangguan pencernaan dan perut terasa tidak nyaman.
  • Mengantuk.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Sakit kepala seperti sensasi sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Telinga berdering (tinnitus).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid lain dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien dengan kondisi ketika jumlah darah dan cairan di dalam tubuh berkurang secara drastis (hipovalemia).
  • Pasien dengan kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati).
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan jantung dan hati.
  • Wanita hamil trimester pertama dan kedua.
  • Pasien penderita asma.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Atrocox tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Pasien dengan riwayat mengalami perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada otak (serebrovaskular).
  • Wanita hamil trimester ketiga dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia 15 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gagal jantung.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ciclosporin dan tacrolimus.
    Penggunaan meloxicam dan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal.
  • Lithium, digoxin, dan methotrexate.
    Penggunaan meloxicam dan obat di atas dapat meningkatkan kadar kalium (hiperkalemia).
  • Colestiramine.
    Meloxicam dapat menurunkan efektivitas kolestiramin, sehingga dapat meningkatkan efek sampingnya.
  • Obat penghambat pembekuan darah, seperti warfarin, dan heparin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi, seperti golongan ACE inhibitor, antagonis angitensin II, dan beta blocker.
    Meloxicam dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki efek samping serius berikut:

  • Gejala gagal jantung, seperti pergelangan kaki atau kaki bengkak, kelelahan yang tidak biasa, atau kenaikan berat badan yang tidak biasa atau tiba-tiba.
  • Sakit kepala terus-menerus atau sakit kepala parah.
  • Tanda-tanda masalah ginjal, seperti perubahan jumlah urine.
  • Mudah memar atau perdarahan.
  • Perubahan suasana hati.
  • Leher kaku.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Atrocox Tablet 7.5 mg (2 Strip @ 10 Tablet)