Stok Habis
Atorwin Tablet adalah obat yang mengandung  atorvastatin 10 mg

Atorwin Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Atorwin Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung atorvastatin 10 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Atorwin Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Atorvastatin
Kelas Terapi
Agen dislipidemia
Klasifikasi Obat
Statin
Kemasan
1 Box isi 3 Strip @ 10 Tablet (10 mg)
Produsen
Sanofi Aventis

Informasi Zat Aktif

Atorvastatin termasuk dalam golongan obat yang disebut HMG-CoA reductase inhibitor, atau golongan statin. Obat ini bekerja dengan menurunkan LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan HDL atau kolesterol baik. Atorvastatin meningkatkan kemampuan tubuh membuang kolesterol LDL melalui hati.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atorvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 12-14%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 381 L. Ikatan protein plasma sebesar 98% ke atas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati. Menjalani metabolisme jalur pertama yang ekstensif di mukosa gastrointestinal dan hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 14 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu meningkatkan kolesterol baik
  • Sebagai tambahan diet untuk menurunkan kadar kolesterol total, LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida yang meningkat pada pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia primer)
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti trigliserida
  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung serta membantu mencegah stroke dan serangan jantung
  • Mengobati pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia), hiperlipidemia kombinasi, kadar kolesterol total antara 600-1000 mg/dl yang tidak dapat diobati (hiperkolesterolemia familial homozigot), dan kadar kolesterol total antara 350-600 mg/dl (hiperkolesterolemia familial heterozigot)

Penggunaan obat ini sebaiknya diiringi dengan pengaturan pola makan dan olahraga untuk mengurangi kemungkinan diperlukannya operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau yang berisiko terkena penyakit jantung.

Komposisi Obat

Atorvastatin 10 mg

Dosis Obat

  • Dosis awal: 1 kali sebanyak 1 tablet/hari
  • Hiperkolesterolemia dan Hiperlipidemia: 1 kali sebanyak 1 tablet/hari

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

Efek samping obat atorvastatin yang dapat terjadi, seperti:

  • Sembelit atau perut kembung
    Konsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Mimisan
    Cobalah mengolesi vaselin tipis-tipis pada tepi dalam hidung.
  • Munculnya gejala pilek
    Cobalah mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sakit kepala
    Pastikan beristirahat yang cukup dan minum banyak air. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa dan bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Diare
    Konsumsi banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit tenggorokan
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat serta minumah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Mual atau gangguan pencernaan
    Jangan mengonsumsi makanan pedas. Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala berlanjut lebih dari beberapa hari atau bertambah parah.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik)
  • Insomnia
  • Sakit perut
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Kelainan otot (miopati)
  • Nyeri otot (mialgia)
  • Kelelahan (astenia)
  • Kerusakan saraf perifer yang menyebabkan kelemahan, mati rasa, serta nyeri di tangan dan kaki (neuropati perifer)
  • Ketidakmampuan ereksi atau mempertahankan ereksi secara konsisten (impotensi)
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis)
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kekakuan otot

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal karena dapat menyebabkan kerusakan hati
  • Pasien yang baru mengalami stroke
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan secara berkala
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok dan minum alkohol, serta diet rendah kolestrol
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme)
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penggunaan Atorwin tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat cilcosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya
  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan pada saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning
  • Ibu hamil dan menyusui

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina

    Penggunaan atorvastatin dan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol

    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitas atorvastatin dalam menurunkan kolesterol akan berkurang.
  • Asam fusidat sistemik

    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindron dan etinil estradiol

    Atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping digoksin, seperti sakit kepala dan mual.
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir

    Penggunaan atorvastatin dan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan menggunakan obat ini dalam waktu singkat jika Anda mengalami:

  • Kejang yang tidak terkontrol
  • Penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi)
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah
  • Infeksi penyakit parah
  • Operasi atau keadaan darurat medis
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Atorwin Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)