SehatQ
SehatQ Profile
Atorvastatin Tablet adalah obat untuk meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat

Atorvastatin Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 40.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Abe Farma
Rp 40.000
Apotek Abe Farma
Kota Tangerang13.69 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Atorvastatin Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk
meningkatkan kolesterol baik, seperti highdensity lipoprotein (hdl).
menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti low density lipoprotein (ldl) dan trigliserida.
menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
sebagai tambahan diet untuk menurunkan kadar kolesterol total, ldl, apolipoprotein b, dan trigliserida yang meningkat pada pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia primer).
mengobati pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia), hiperlipidemia kombinasi, tingginya kadar kolesterol total antara 600-1000 mg/dl (hiperkolesterolemia familial homozigot), dan tingginya kadar kolesterol total yang mencapai 350-600 mg/dl (hiperkolesterolemia familial heterozigot).

atorvastatin adalah obat golongan statin yang bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri. 
penumpukan kolesterol dan lemak di sepanjang dinding arteri dapat menurunkan aliran darah dan suplai oksigen ke jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh. menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah dengan atorvastatin telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung, angina atau nyeri dada, stroke, dan serangan jantung.

Informasi zat aktif :

Atorvastatin digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat di tubuh. Obat ini termasuk dalam golongan statin yang bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi kolesterol di hati.

Atorvastatin dapat membantu menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), dan kadar trigliserida. Selain itu, obat ini pun dapat meningkatkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).

Agar obat bekerja lebih baik, penggunaan atorvastatin sebaiknya disertai gaya hidup sehat, misalnya menjalankan diet, menurunkan berat badan, dan berolahraga rutin.

Menurunkan kolesterol dan lemak jahat dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, serta kemungkinan operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau berisiko terkena penyakit jantung.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Atorvastatin tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol.
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitas atorvastatin dalam menurunkan kolesterol berkurang.
  • Asam fusidat sistemik.
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindron dan etinil estradiol.
    Atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan mual.
  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Atorvastatin Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Atorvastatin calcium
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Atorvastatin digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat di tubuh. Obat ini termasuk dalam golongan statin yang bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi kolesterol di hati.

Atorvastatin dapat membantu menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), dan kadar trigliserida. Selain itu, obat ini pun dapat meningkatkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).

Agar obat bekerja lebih baik, penggunaan atorvastatin sebaiknya disertai gaya hidup sehat, misalnya menjalankan diet, menurunkan berat badan, dan berolahraga rutin.

Menurunkan kolesterol dan lemak jahat dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, serta kemungkinan operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau berisiko terkena penyakit jantung.

Indikasi (manfaat)

  • Meningkatkan kolesterol baik, seperti highdensity lipoprotein (HDL).
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti low density lipoprotein (LDL) dan trigliserida.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
  • Sebagai tambahan diet untuk menurunkan kadar kolesterol total, LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida yang meningkat pada pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia primer).
  • Mengobati pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia), hiperlipidemia kombinasi, tingginya kadar kolesterol total antara 600-1000 mg/dl (hiperkolesterolemia familial homozigot), dan tingginya kadar kolesterol total yang mencapai 350-600 mg/dl (hiperkolesterolemia familial heterozigot).

Atorvastatin adalah obat golongan statin yang bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri. 

Penumpukan kolesterol dan lemak di sepanjang dinding arteri dapat menurunkan aliran darah dan suplai oksigen ke jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh. Menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah dengan atorvastatin telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung, angina atau nyeri dada, stroke, dan serangan jantung.

Komposisi

Atorvastatin 10 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial, dislipidemia campuran, dan hiperkolesterolemia nonfamilial:
  • Mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi:

Anak-anak berusia 10-17 tahun:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial:

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sembelit atau perut kembung.
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian.
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa dan bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Diare.
    Minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi buang air kecil dan jumlah air seni, serta urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit tenggorokan.
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat serta minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Mual atau gangguan pencernaan.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi efek samping. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala Anda berlanjut lebih dari beberapa hari atau bertambah parah.
  • Mimisan.
    Cobalah mengolesi vaselin tipis-tipis pada tepi dalam hidung.
  • Munculnya gejala pilek.
    Minumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak air. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik).
  • Kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang biasanya terasa di tangan dan kaki (neuropati perifer).
  • Ketidakmampuan secara konsisten untuk ereksi atau mempertahankan ereksi (impotensi).
  • Insomnia.
  • Sakit perut.
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kelainan otot (miopati).
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Kelelahan (astenia).
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis).
  • Muntah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kekakuan otot.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan lakukan pemeriksaan secara berkala.
  • Selama mengonsumsi obat ini sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan mengonsumsi diet rendah kolestrol.
  • Pasien yang baru mengalami stroke.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penggunaan Atorvastatin tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan pada saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning.
  • Pasien yang mengonsumsi obat cilcosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir dan kombinasi tipranavir atau ritonavir.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol.
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitas atorvastatin dalam menurunkan kolesterol berkurang.
  • Asam fusidat sistemik.
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindron dan etinil estradiol.
    Atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan mual.
  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Atorvastatin Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 40.000