SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Atorvastatin OGB Dexa Medica tablet adalah obat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol

Atorvastatin 10 mg 6 Tablet OGB Dexa Medica


Harga Produk
Rp 19.348

Stok HabisCari produk lain dikategoriObat Kerasataulihat selengkapnya dari Atorvastatin

logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Atorvastatin OGB Dexa Medica tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah, serta meningkatkan kolesterol baik.

Mengobati kolesterol tinggi dapat membantu menurunkan risiko stroke, serangan jantung, atau komplikasi jantung lainnya pada orang dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.

Penggunaan obat atorvastatin sebaiknya disertai dengan perubahan gaya hidup, seperti melakukan diet dan olahraga agar obat bekerja lebih baik.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Obat yang Anda terima memiliki masa kedaluwarsa sekurang-kurangnya 4 bulan dengan kemasan yang masih tersegel.

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Atorvastatin 10 mg 6 Tablet OGB Dexa Medica
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama

Atorvastatin Calcium

Kelas Terapi

Agen dislipidemia

Klasifikasi

Statin

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penelitian pada hewan atau manusia menunjukkan adanya kelainan pada janin, atau terdapat bukti risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman yang ada. Besarnya risiko obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diperoleh. Penggunaan obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil atau wanita usia subur.

Informasi Zat Aktif

Atorvastatin mampu membantu mencegah penumpukan kolesterol di arteri dan menimbulkan penyumbatan di sana. Arteri yang tersumbat dapat menghalangi aliran darah ke jantung dan otak, sehingga meningkatkan risiko terkena stroke dan penyakit jantung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atorvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 12-14% dan waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 381 L. Ikatan protein plasma sebesar 98% ke atas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati, menjalani metabolisme jalur pertama yang ekstensif di mukosa gastrointestinal dan hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu dan urine (<2% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 14 jam.
  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak seperti Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida
  • Meningkatkan kolesterol baik seperti High Density Lipoprotein (HDL)

Atorvastatin 10 mg

Hiperkolesterolemia familial homozigot

  • Dewasa: 10-80 mg sebanyak 1 kali/hari

Dislipidemia tipe campuran, hiperkolesterolemia familial heterozigot, hiperkolesterolemia nonfamilial

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 10 atau 20 sebanyak 1 kali/hari 
    • Dosis lanjutan: 10-80 sebanyak 1 kali/hari, disesuaikan dalam interval 2-4 minggu. 
    • Dosis maksimal: 80 mg sebanyak 1 kali/hari
  • Dewasa yang membutuhkan lebih dari 45% pengurangan kolesterol LDL: 
    • Dosis awal: 40 mg sebanyak 1 kali/hari
  • Anak usia 10-17 tahun: 
    • Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari 
    • Dosis lanjutan: 10-20 mg sebanyak 1 kali/hari, disesuaikan dalam interval 4 minggu. 

Pencegahan kejadian serangan jantung pada pasien berisiko tingg 

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan sesuai kadar kolesterol pasien

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan

Ya
  • Mual atau gangguan pencernaan
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Minum obat ini setelah makan untuk membantu mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala ini, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala berlanjut beberapa hari atau bertambah parah.
  • Sembelit atau perut kembung
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit tenggorokan
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat. Minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan, atau kelelahan yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Mimisan
    Cobalah mengoleskan vaselin tipis-tipis pada tepi dalam hidung
  • Munculnya gejala pilek
    Minumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat, konsultasikan kepada dokter.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine yang berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik)
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kelainan otot (miopati)
  • Nyeri otot (mialgia
  • Kekakuan otot
  • Sakit perut
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang biasanya dirasakan di tangan dan kaki (neuropati perifer)
  • Ketidakmampuan ereksi secara konsisten atau mempertahankan ereksi (impotensi)
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis)
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia)
  • Insomnia
  • Kelelahan (astenia)
  • Muntah
  • Sakit
  • tenggorokan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan lakukan pemeriksaan secara berkala
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok dan minum alkohol, serta melakukan diet rendah kolestrol
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Pasien yang baru mengalami stroke
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme)
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal karena dapat menyebabkan kerusakan organ hati
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan pada saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning
  • Pasien yang mengonsumsi obat siklosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrate, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risikomiopati, serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindrone dan etinil estradiol
    Penggunaan bersama atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoxin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala dan mual.
  • Asam fusidat sistemik
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir atau pibrentasvir, dan tipranavir atau ritonavir
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko miopati serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol
    Penggunaan atorvastatin bersama obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol akan berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti mengonsumsi obat ini sementara waktu jika Anda mengalami:

  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah
  • Infeksi penyakit parah
  • Operasi atau keadaan darurat medis
  • Kejang yang tidak terkontrol
  • Penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi)
GKL1705058517A1

1 strip @ 6 tablet (10 mg)

Dexa Medica
Ulasan Pembeli

Produk Terkait

FAQ

Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantungMenurunkan kolesterol jahat dan lemak seperti Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliseridaMeningkatkan kolesterol baik seperti High Density Lipoprotein (HDL)

Hiperkolesterolemia familial homozigotDewasa: 10-80 mg sebanyak 1 kali/hariDislipidemia tipe campuran, hiperkolesterolemia familial heterozigot, hiperkolesterolemia nonfamilialDewasa:Dosis awal: 10 atau 20 sebanyak 1 kali/hari Dosis lanjutan: 10-80 sebanyak 1 kali/hari, disesuaikan dalam interval 2-4 minggu. Dosis maksimal: 80 mg sebanyak 1 kali/hariDewasa yang membutuhkan lebih dari 45% pengurangan kolesterol LDL: Dosis awal: 40 mg sebanyak 1 kali/hariAnak usia 10-17 tahun: Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari Dosis lanjutan: 10-20 mg sebanyak 1 kali/hari, disesuaikan dalam interval 4 minggu. Pencegahan kejadian serangan jantung pada pasien berisiko tingg Dewasa: 10 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan sesuai kadar kolesterol pasien

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan

Mual atau gangguan pencernaanKonsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Minum obat ini setelah makan untuk membantu mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala ini, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala berlanjut beberapa hari atau bertambah parah.Sembelit atau perut kembungKonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.Sakit kepalaPastikan untuk beristirahat yang cukup dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.Sakit tenggorokanCobalah berkumur dengan air asin hangat. Minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.Sakit atau nyeri pada punggung dan persendianJika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan, atau kelelahan yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.MimisanCobalah mengoleskan vaselin tipis-tipis pada tepi dalam hidungMunculnya gejala pilekMinumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat, konsultasikan kepada dokter.DiareMinum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine yang berwarna gelap dan berbau tajam.Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik)Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)Kelainan otot (miopati)Nyeri otot (mialgiaKekakuan ototSakit perutKerontokan rambut (alopecia)Kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang biasanya dirasakan di tangan dan kaki (neuropati perifer)Ketidakmampuan ereksi secara konsisten atau mempertahankan ereksi (impotensi)Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis)Penurunan nafsu makan (anoreksia)InsomniaKelelahan (astenia)MuntahSakittenggorokan

Nama Produk

Atorvastatin 10 mg 6 Tablet OGB Dexa Medica