SehatQ
SehatQ Profile
Atorvastatin Novell tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolestrol jahat dan trigliserida

Atorvastatin Novell Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 31.858

Jumlah Produk
1

Tersedia 9 Penjual

Apotek Farmamedika
Rp 50.942
Apotek Farmamedika
Tangerang Selatan16.36 km
Apotek Mose Sawah Baru
Rp 9.999
Apotek Mose Sawah Baru
Kota Tangerang Selatan18.18 km
Apotek Kana Sehat
Rp 66.000
Apotek Kana Sehat
Kota Tangerang Selatan18.75 km
Apotek Alpharma
Rp 40.300
Apotek Alpharma
Kota Tangerang Selatan20.86 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Atorvastatin Novell tablet adalah obat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol total, apolipoprotein B, trigliserida, kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein atau LDL), dan trigliserida dalam darah. Selain itu, obat ini juga mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (High Density Lipoprotein atau HDL). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Atorvastatin Novell tablet mengandung zat aktif atorvastatin yang termasuk dalam golongan statin. Obat atorvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol darah tinggi dan mencegah penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Informasi zat aktif :

Atorvastatin membantu mencegah penumpukan kolesterol di arteri Anda. Arteri yang tersumbat dapat menghalangi aliran darah ke jantung dan otak Anda, sehingga dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Atorvastatin sebaiknya dikonsumsi sembari menjalankan diet dan olahraga.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atorvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 12-14%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 381 L. Ikatan protein plasma sebesar 98% ke atas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati, menjalani metabolisme jalur pertama yang ekstensif di mukosa gastrointestinal dan hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 14 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Atorvastatin Novell tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol.
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol akan berkurang.
  • Asam fusidat sistemik.
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral seperti norethindron dan etinil estradiol.
    Atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping digoksin, seperti sakit kepala dan mual.
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan menggunakan obat ini untuk waktu singkat jika Anda mengalami:

  • Kejang yang tidak terkontrol.
  • Infeksi penyakit parah.
  • Operasi atau keadaan darurat medis.
  • Penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi).
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah.

Indikasi (manfaat)

  • Meningkatkan kolesterol baik, seperti High Density Lipoprotein (HDL).
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida.
  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
  • Sebagai tambahan diet dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida yang meningkat pada pasien dengan kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia primer).
  • Mengobati pasien kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia), hiperlipidemia kombinasi, tingginya kadar kolesterol total antara 600-1000 mg/dl (hiperkolesterolemia familial homozigot), dan tingginya kada kolesterol total yang mencapai 350-600 mg/dl (hiperkolesterolemia familial heterozigot).

Atorvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Jumlah kolesterol dan lemak di sepanjang dinding arteri (aterosklerosis) dapat menurunkan aliran darah serta suplai oksigen ke jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh. Menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah dengan atorvastatin telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung, angina atau nyeri dada, stroke, dan serangan jantung.

Komposisi

Atorvastatin calcium trihydrate setara dengan atorvastatin 40 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial, dislipidemia campuran, dan hiperkolesterolemia nonfamilial:
  • Mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi:

Anak-anak berusia 10-17 tahun:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial:

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
    Minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit tenggorokan.
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat serta minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Mual atau gangguan pencernaan.
    Jangan mengonsumsi makanan pedas. Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, mintalah rekomendasi antasida kepada apoteker. Hubungi dokter jika gejala berlanjut selama lebih dari beberapa hari atau bertambah parah.
  • Sembelit atau perut kembung.
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian.
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan, atau kelelahan yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Mimisan.
    Cobalah untuk mengolesi vaselin tipis-tipis di tepi dalam hidung.
  • Munculnya gejala pilek.
    Minumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik).
  • Kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang biasanya terjadi di tangan dan kaki (neuropati perifer).
  • Ketidakmampuan secara konsisten untuk ereksi atau mempertahankan ereksi (impotensi).
  • Insomnia.
  • Sakit perut.
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kelainan otot (miopati).
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Kelelahan (astenia).
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis).
  • Muntah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kekakuan otot.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang baru mengalami stroke.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal karena dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan lakukan pemeriksaan secara berkala.
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan mengonsumsi diet rendah kolestrol.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya.
  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning.
  • Pasien yang mengonsumsi obat cilcosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Atorvastatin Novell Tablet 40 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 50.942