SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Atorsan tablet adalah obat untuk mengurangi kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh.

Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

Tersedia 1 Penjual

Apotek Manjur Sehat
Rp 109.000
Apotek Manjur Sehat
Kota Tangerang Selatan20.58 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Atorsan tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida pada pasien hiperkolesterolemia, hiperlipidemia serta hiperkolesterolemia famili homozigot dan heterozigot. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Atorsan tablet mengandung zat aktif atrovastatin.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak seperti Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida.
  • Meningkatkan kolesterol baik seperti High Density Lipoprotein (HDL).

Atorvastatin merupakan salah satu obat dengan kelas yang disebut HMG-CoA reduktase inhibitor (statin). Atorvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang menumpuk pada dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya, dengan menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah dapat mencegah terjadinya penyakit jantung, nyeri dada (angina), stroke, dan serangan jantung.

Komposisi

  • Atorsan tablet 10 mg: atorvastatin 10 mg.
  • Atorsan tablet 20 mg: atorvastatin 20 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial, dislipidemia campuran, dan hiperkolesterolemia nonfamilial:
    • Dosis awal: 10 atau 20 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai dengan respon pada dengan jarak 2-4 minggu.
    • Dosis umum: 10-80 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari.
    • Pasien yang membutuhkan penurunan kolesterol LDL sebanyak lebih dari 45%: dosis dimulai pada 40 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi:
    • Dosis awal pencegahan primer: 10 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai kadar kolesterol LDL yang seharusnya.

Anak-anak 10-17 tahun:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial:
    • Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai respon dengan jarak waktu 4 minggu.
    • Dosis umum: 10 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Hindari konsumsi jus anggur secara berlebihan (lebih dari 1 liter/hari).

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker untuk rekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau gangguan pencernaan.
    Tetaplah konsumsi makanan sederhana dan jangan mengonsumsi makanan pedas. Cobalah untuk meminum obat ini setelah makan mungkin akan membantu mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, tanyakan apoteker Anda untuk merekomendasikan antasida. Hubungi dokter Anda jika gejala Anda berlanjut selama lebih dari beberapa hari atau jika semakin parah.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian.
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan atau kelelahan yang bukan disebabkan karena latihan atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Sakit tenggorokan.
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat atau gunakan parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Munculnya gejala pilek.
    Cobalah untuk konsumsi parasetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sembelit atau perut kembung.
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayur, buah segar, sereal, dan konsumsi banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau lari Jika ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sembelit dan diare.
    Konsumsi banyak air untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya atau urin yang berarna gelap dan berbau tajam.
  • Mimisan.
    Cobalah untuk mengolesi vaselin tipis-tipis pada tepi dalam bagian hidung.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30° C dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat inhibitor CYP3A4 secara bersamaan seperti klaritromisin, itrakonazol, fosamprenavir, ritonavir, plus darunavir, fosamprenavir, atau saquinavir, elbasvir/grazoprevir, boceprevir, dan nelfinavir.
  • Pasien yang mengalami kejang yang tidak dapat terkontrol.
  • Pasien yang mengalami kerusakan atau kematian jaringan otot rangka.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami serangan iskemik sementara.
  • Pasien penderita kelainan otot herediter.
  • Pasien yang mengalami infeksi akut berat.
  • Pasien yang mengalami pembedahan mayor.
  • Pasien dengan gangguan metabolisme berat.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang mengalami stroke baru-baru ini.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Anak-anak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat siklosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir dan kombinasi tipranavir atau ritonavir.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0

Jual dan Beli Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Atorsan merupakan obat keras yang mengandung Atorvastatin. Atorsan berkhasiat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL), mencegah komplikasi dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Merek: Atorsan
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Sandoz
Manufacture: Sandoz
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet.

Indikasi/Manfaat Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

  • Diet tambahan untuk mengurangi kolesterol total, LDL, apolipoprotein b, dan trigliserida pada pasien hypercholesterolemia primer, hyperlipidemia kombinasi, hypercholesterolemia heterozigot, homozigot familial.
  • Pencegahan komplikasi penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Mengurangi risiko penyakit jantung koroner fatal dan infark miokard non-fatal. Mengurangi risiko stroke.
  • Mengurangi risiko prosedur memperbaiki aliran darah arteri koroner yang tersumbat (revaskularisasi) dan angina pektoris.

Dosis Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dewasa:

  • Primer hiperkolesterolemia dan gabungan (campuran) hiperlipidemia: 10 mg sebanyak 1 kali/hari, selama 2 minggu hingga 4 minggu.
  • Homozigot hiperkolesterolemia familial: 80 mg.

Anak-anak (10-17 tahun):

  • Heterozigot familial hiperkolesterolemia:

Cara Penggunaan Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.
  • Hindari konsumsi jus anggur secara berlebihan (>1 L per hari).

Cara Menyimpan Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu diantara 20-25ºC.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien dengan penyakit hati aktif atu terjadi peningkatan transaminase serum.
  • Wanita hamil, usia subur, dan menyusui.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Lakukan tes fungsi hati sebelum mulai terapi, 12 minggu sesudahnya, selama evaluasi dosis, dan selanjutnya secara rutin dalam jangka aktu tertentu.
  • Pasien dengan nyeri otot (mialgia) difusa, perlunakan atau kelemahan otot, peningkatan kadar kreatinin fosfokinase (CPK) yang signifikan.
  • Segera hubungi dokter apabila terjadi nyeri, perlunakan atau kelemahan otot, terutama yang disertai dengan demam.
  • Hentikan penggunaan apabila terjadi peningkatan kadar kreatinin fosfokinase (CPK) yang signifikan, didiagnosa kelainan otot (miopati), atau memiliki faktor resiko mengalami gagal ginjal sekunder akibat adanya kerusakan pada otot (rabdomiolisis).

Efek Samping Obat Atorsan Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya (insomnia).
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Sekumpulan gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap, atau berulang (dispepsia).
  • Suatu kondisi di mana pergerakan usus menurun atau sulit buang air besar untuk waktu yang lama (sembelit).
  • Perut kembung.
  • Nyeri otot (myalgia).
  • Kondisi tubuh yang mengalami kelelahan kronik berkepanjangan (asthenia).