SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Atevir tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi virus hepatitis B kronis pada orang dewasa.

Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 1.400.180

Jumlah Produk
1

Tersedia 4 Penjual

Apotek Kosambi
Rp 1.554.318
Apotek Kosambi
Kota Jakarta Barat11.97 km
Apotek Manjur Sehat
Rp 1.386.000
Apotek Manjur Sehat
Kota Tangerang Selatan20.58 km
Apotek Angkot Sari
Rp 1.479.000
Apotek Angkot Sari
Kota Denpasar964.96 km
Apotek Timor Jaya
Rp 1.400.182
Apotek Timor Jaya
Kota Medan1413.4 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Atevir tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi virus hepatitis B kronis pada orang dewasa dalam jangka panjang. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Atevir tablet mengandung zat akttif entekavir.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi infeksi virus hepatitis B kronis pada orang dewasa dalam jangka panjang dengan bukti replikasi virus aktif, peningkatan serum ALT, atau AST.

Entekavir digunakan untuk mengobati infeksi hepatitis B jangka panjang. Hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati, jarang sekali kanker hati, dan gagal hati. Entecavir bekerja dengan menghentikan virus hepatitis B berkembang biak (menggandakan) makan dengan ini akan mengurangi jumlah virus di tubuh Anda. Entecavir adalah antivirus yang termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai penghambat transkriptase reverse nukleosida virus hepatitis B.

Komposisi

Entekavir 0,5 mg.

Dosis

  • Terapi naif nukleosida pada dewasa dan remaja 16 tahun ke atas:
    • Infeksi HBV kronis: 0,5 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Hepatitis B viremia saat menerima lamivudine atau diketahui memiliki mutasi resisten lamivudin dan penyakit hati dekompensasi: 1 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Pasien penderita gangguan ginjal:
    • CrCl 50 ml/menit ke atas: 0,5 mg sebanyak 1 kali/hari.
      • Refrakter-lamivudin: 1 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • CrCl 30-50 ml/menit ke bawah: 0,25 mg sebanyak 1 kali/hari atau 0,5 mg setiap 48 jam.
      • Refrakter lamivudin: 1. 5 mg sebanyak 1 kali/hari atau 1 mg setiap 48 jam.
    • CrCl 10-30ml/menit ke bawah: 0,15 mg sebanyak 1 kali/hari atau 0,5 mg setiap 72 jam.
      • Refrakter lamivudin: 200 mg sebanyak 1 kali/hari atau 1 mg setiap 72 jam.
    • CrCl 10 ml/menit ke bawah, CAPD atau hemodialisis: 0,05 mg sebanyak 1 kali/hari atau 0,5 mg setiap 7 hari.
      • Refrakter lamivudin: 0,1 mg sebanyak 1 kali/hari atau 1 mg setiap 7 hari.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, dikonsumsi 2 jam sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual, muntah, atau gangguan pada pencernaan.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana, hindari mengonsumsi makanan berlemak atau makanna pedas. Jika gejala ini masih tetap berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Pusing, lemah, atau kelelahan.
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi dan jangan menggunakan alat atau mesin saat terpengaruh. Jika ini terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Gangguan kesulit tidur (insomnia).
    Masalah tidur Jika merepotkan, bicarakan dengan dokter Anda dan cobalah untuk mengonsumsi obat ini di pagi hari.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30° C dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki kadar asam laktat tinggi dalam tubuh (asidosis laktat) dan pembesaran pada ukuran organ hati (hepatomegali) berat yang disertai penumpukan lemak pada hati (steatosis).
  • Lakukan pemantauan fungsi hati secara detail.
  • Pasien yang juga terinfeksi HIV atau HBV.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 16 tahun ke bawah.
  • Pasien lanjut usia.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap entekavir.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 1.554.318

Jual dan Beli Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Atevir tablet adalah obat yang digunakan dalam jangka panjang untuk mengatasi infeksi virus hepatitis B kronis pada orang dewasa. Hepatitis B merupakan infeksi pada hati yang disebabkan virus hepatitis B. Virus ini dibawa dalam aliran darah ke organ hati, sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan.

Obat Atevir merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung entecavir sebagai zat aktifnya. Entecavir adalah antivirus yang bekerja dengan menghentikan perkembangbiakan virus hepatitis B untuk mengurangi jumlah virus di tubuh.

Informasi zat aktif :

Entecavir adalah obat golongan penghambat transkriptase balik nukleotida yang secara kompetitif menghambat pembentukan DNA virus. Hal ini dapat membuat virus tidak dapat memperbanyak diri (bereplikasi).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, entecavir diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Tertunda dan penurunan penyerapan dengan makanan. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak selama 0,5-1,5 jam.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas. Pengikatan protein plasma sekitar 13%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme sebagian di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sebesar 60-75% sebagai obat tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) kira-kira selama 128-149 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Atevir tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Orlistat.
    Entecavir dapat menurunkan kadar orlistat dalam darah, sehingga mengurangi efektivitasnya.
  • Takrolimus dan siklosporin.
    Penggunaan bersama obat penekan sistem imun (imunosupresan), seperti obat di atas dapat meningkatkan kadar entecavir dalam darah.
  • Obat yang mengurangi fungsi ginjal atau bersaing untuk sekresi tubular aktif.
    Penggunaan entecavir dengan obat diatas dapat meningkatkan kadar dan efek tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter Anda jika mengalami pembengkakan pada bagian tubuh, merasa mual, sakit perut, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna seperti tanah liat, dan penyakit kuning yang ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan.


Merek: Atevir
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Dexa Medica
Manufacture: Dexa Medica
Kemasan obat: 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (0,5 mg)

Indikasi/Manfaat Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)

  • Mengatasi infeksi virus hepatitis B kronis dalam jangka panjang.

Entecavir digunakan pada orang dewasa dan anak-anak berusia 2 tahun ke atas yang mengalami kerusakan hati. Entecavir berada dalam kelas obat analog nukleosida yang bekerja dengan cara menurunkan jumlah virus hepatitis B (HBV) di dalam tubuh.


Dosis Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Terapi naif nukleosida pada dewasa dan remaja berusia 16 tahun ke atas:

  • Infeksi HBV kronis: 0,5 mg sebanyak 1 kali/hari.

Hepatitis B viremia saat menerima lamivudine atau diketahui memiliki mutasi resisten lamivudin dan penyakit hati dekompensasi: 1 mg sebanyak 1 kali/hari.

Pasien penderita gangguan ginjal:

  • CrCl 50 ml/menit ke atas: 0,5 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • CrCl 30-50 ml/menit ke bawah: 0,25 mg sebanyak 1 kali/hari atau 0,5 mg setiap 48 jam.
  • CrCl 10-30ml/menit ke bawah: 0,15 mg sebanyak 1 kali/hari atau 0,5 mg setiap 72 jam.
  • CrCl 10 ml/menit ke bawah, CAPD atau hemodialisis: 0,05 mg sebanyak 1 kali/hari atau 0,5 mg setiap 7 hari.


Cara Penggunaan Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, sekitar 2 jam sebelum atau sesudah makan.

Cara Menyimpan Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet) Jika:


Pasien yang memiliki alergi terhadap entecavir.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien yang memiliki kadar asam laktat tinggi dalam tubuh (asidosis laktat) dan pembesaran ukuran organ hati (hepatomegali) berat yang disertai penumpukan lemak pada hati (steatosis).
  • Pasien yang terinfeksi HIV atau HBV.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia 16 tahun ke bawah.
  • Pasien lanjut usia.
  • Lakukan pemantauan fungsi hati secara detail.


Efek Samping Obat Atevir Tablet 0,5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Mual, muntah, atau gangguan pada pencernaan.
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan berlemak atau pedas. Jika gejala ini masih tetap berlanjut, segera hubungi dokter.
  • Pusing, lemah, atau kelelahan.
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi dan menggunakan mesin saat merasakan gejala ini. Jika gejala terus berlanjut, segera hubungi dokter.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Sulit tidur (insomnia).
    Jika efek samping ini mengganggu, konsultasikan dengan dokter Anda dan cobalah mengonsumsi obat ini di pagi hari.