Artrilox Tablet 15 mg (2 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Artrilox Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung meloxicam 15 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Artrilox Tablet 15 mg (2 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam
Kelas Terapi
Antiinflamasi dan antireumatik
Klasifikasi Obat
Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 10 tablet (15 mg)
Produsen
Combiphar

Informasi Zat Aktif

Meloxicam termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri dengan cara menurunkan kadar prostaglandin, yaitu zat mirip hormon yang menyebabkan peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 10 liter.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Terapi jangka panjang untuk mengatasi rheumatoid arthritis
  • Terapi jangka pendek untuk mengatasi osteoarthritis
  • Meredakan nyeri, bengkak, dan kaku akibat radang sendi pada anak-anak berusia 2 tahun ke atas

Meloxicam bekerja dengan cara memblokir efek enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini membantu memproduksi senyawa prostaglandin. Senyawa ini biasanya diproduksi di tempat cedera, lalu menyebabkan nyeri dan peradangan.

Dengan memblokir efek enzim COX, produksi prostaglandin akan berkurang, begitu pun dengan gejala peradangan di tubuh.

Komposisi Obat

Meloxicam 15 mg.

Dosis Obat

  • Artritis rematoid: 7,5 mg-15 mg/hari
  • Osteoartritis: 7,5 mg-15 mg/hari
  • Pasien dengan risiko tinggi dan penderita lanjut usia: 7,5 mg/hari
  • Pasien penderita gagal ginjal parah: Dosis tidak boleh melebihi 7,5 mg/hari

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Diare
    Pilih makanan sederhana. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Gangguan pencernaan serta perut tidak nyaman dan kembung
    Minumlah obat ini setelah makan. Jika ketidaknyamanan berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sembelit
    Konsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran, serta minum banyak air putih.
  • Mual atau muntah
    Pilihlah makanan sederhana. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Sakit kepala
  • Gangguan pada darah seperti anemia, sumsum tulang gagal membentuk granulosit (agranulositosis), kadar trombosit kurang dari normal (trombositopenia), dan kadar leukosit kurang dari normal (leukopenia)
  • Perut kembung
  • Jantung berdebar
  • Peningkatan atau penurunan berat badan
  • Kesemutan
  • Sensasi berputar (vertigo)
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Gugup
  • Sakit perut
  • Perubahan suasana hati

Jika salah satu efek samping ini mengganggu, bicarakan dengan dokter Anda.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung
  • Pasien yang memiliki riwayat asma, gangguan pencernaan, penyakit hati, penyakit jantung, atau stroke
  • Anak-anak
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan)
  • Pasien penderita asma
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan risiko serangan jantung dan stroke
  • Pasien penderita lanjut usia
  • Pasien dengan retensi atau penumpukan cairan dan gagal jantung
  • Pasien yang merokok
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung, stroke, atau pembekuan darah
  • Pasien dengan riwayat sakit maag atau perdarahan
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah
  • Pasien penderita penyakit hati

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Atrilox tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki riwayat atau sedang mengalami luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah
  • Pasien yang memiliki riwayat perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita atau memiliki riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema), atau biduran (urtikaria)
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan dan pembuluh darah otak atau kelainan pendarahan lainnya
  • Wanita hamil pada trimester ketiga
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG)
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloxicam, asetosal, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya
  • Pasien penderita penyakit radang usus
  • Pasien penderita gagal jantung berat
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kolestiramin
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloxicam, sehingga efektivitas meloxicam dalam mengatasi peradangan akan berkurang.
  • Lithium
    Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Alkohol
    Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung.
  • Kortikosteroid
    Penggunaan bersama kortikosteroid dapat meningkatkan risiko luka pada dinding lambung.
  • Kontrasepsi IUD
    Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menurunkan efektivitas IUD.
  • Obat antihipertensi
    Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efektivitas obat antihipertensi.
  • Ciclosporin
    Penggunaan bersama ciclosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Penggunaan bersama obat golongan NSAID, seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, dan kumarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan terjadinya perdarahan.
  • Obat diuretik
    Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Methotrexate
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan toksisitas hematologik atau gangguan pada darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokterjika Anda mengalami:

  • Tanda pertama ruam kulit meski ringan
  • Masalah ginjal, seperti nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah atau sesak napas
  • Sel darah merah rendah atau anemia yang ditandai dengan kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi
  • Reaksi kulit parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, serta nyeri kulit diikuti ruam kulit merah atau ungu di wajah atau tubuh bagian atas yang menyebabkan lepuh dan pengelupasan
  • Sesak napas bahkan dengan pengerahan tenaga ringan
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah atau, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Masalah hati yang ditandai dengan mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan kulit atau mata menguning
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Artrilox Tablet 15 mg (2 Strip @ 10 Tablet)