SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Arimed tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi

Arimed Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 94.000


Apotek Golden Sehat
Rp 94.000
Apotek Golden SehatKota Bekasi
21.73 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Arimed tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi, contohnya peradangan kronis pada sendi tulang belakang (ankylosing spondylitis), nyeri sendi akibat imun tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis), serta peradangan sendi pada anak dan remaja (juvenile arthritis).

Obat ini mengandung zat aktif meloxicam. Meloxicam adalah obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat daripada ibuprofen. Gejala utama yang diobati meloxicam adalah nyeri, kaku, dan pembengkakan.

Arimed tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Arimed Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam
Kelas Terapi
Antiinflamasi dan antirematik
Klasifikasi
Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan

1 strip @ 10 tablet (15 mg)

Produsen
Promedrahardjo Farmasi Industri

Informasi Zat Aktif

Meloxicam termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sekitar 10 liter. Ikatan protein plasma sekitar 99,4%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan tinja sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Pengobatan jangka pendek pada osteoartritis
  • Pengobatan jangka panjang untuk rheumatoid arthritis
  • Mengobati gejala peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antarruas tulang belakang (ankylosing spondylitis)
  • Meredakan juvenile arthritis

Meloxicam bekerja dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim siklooksigenase (COX) berfungsi untuk membantu pembentukan senyawa prostaglandin yang memicu peradangan.

Dengan terhambatnya enzim siklooksigenase, maka produksi senyawa prostaglandin akan berkurang, sehingga rasa sakit serta peradangan pada daerah cedera akan menurun.

Komposisi

Meloxicam 15 mg

Dosis

  • Osteoarthritis:
  • Artritis rheumatoid:
  • Artritis pada anak-anak 2 tahun ke atas: 0,125 mg/kg satu kali sehari, maksimal 7,5 mg/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi dan menggunakan alat atau mesin.
  • Mual atau muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam.
  • Diare
    Pilih makanan sederhana. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Konstipasi (sembelit)
    Cobalah makan lebih banyak makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran, serta banyak minum air putih
  • Gangguan pada darah, seperti anemia, sumsum tulang gagal membentuk granulosit (agranulositosis), kadar trombosit kurang dari normal (trombositopenia), dan kadar leukosit rendah (leukopenia)
  • Gangguan pencernaan serta perut terasa tidak nyaman dan kembung
  • Sensasi berputar (vertigo)
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Peningkatan atau penurunan berat badan
  • Gangguan pencernaan
  •  
  • Mengantuk
  • Gugup
  • Sakit perut
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Perut kembung
  • Jantung berdebar
  • Kesemutan
  • Perubahan suasana hati

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Hati-hati pada pasien dengan penyakit jantung
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes
  • Pasien dengan riwayat sakit maag, perdarahan, asma, gangguan pencernaan, penyakit hati, penyakit jantung, atau stroke
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan)
  • Pasien dengan asma atau memiliki riwayat asma
  • Pasien dengan penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah
  • Pasien dengan penyakit hati
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung kongestif
  • Pasien yang merokok
  • Anak-anak

Kategori Kehamilan

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Arimed tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema), serta biduran (urtikaria)
  • Pasien penderita alergi terhadap meloxicam, asetosal, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir atau pasien dengan riwayat tukak lambung
  • Pasien penderita penyakit ginjal dan hati berat
  • Pasien penderita penyakit radang usus
  • Pasien penderita gagal jantung berat
  • Pasien penderita pendarahan pada saluran pencernaan, pendarahan pada serebrovaskular, atau kelainan pendarahan lainnya.
  • Wanita hamil trimester ketiga
  • Anak-anak berusia 15 tahun ke bawah
  • Pasien penderita riwayat perdarahan pada saluran pencernaan

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antihipertensi
    Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek obat antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah
  • Obat diuretik
    Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal
  • Obat kortikosteroid
    Penggunaan bersama obat kortikosteroid dapat meningkatkan risiko luka pada dinding lambung
  • Cholestyramine
    Penggunaan bersama cholestyramine dapat mempercepat eliminasi meloxicam, sehingga efektivitas meloxicam dalam mengatasi peradangan akan berkurang
  • Alkohol
    Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung
  • Kontrasepsi IUD
    Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menurunkan efektivitas IUD.
  • Penggunaan bersama AINS, seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproxen
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Methotrexate
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan toksisitas hematologik atau gangguan pada darah
  • Ciclosporin
    Penggunaan bersama ciclosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik)
  • Lithium
    Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan
  • Penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, dan kumarin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa minum obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan pengguanaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda pertama ruam kulit walau ringan
  • Sesak napas, bahkan dengan pengerahan tenaga ringan
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat
  • Reaksi kulit yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, serta nyeri kulit diikuti ruam kulit yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas), lalu menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah atau sesak napas
  • Sel darah merah rendah atau anemia yang ditandai dengan kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah atau, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Masalah hati yang ditandai dengan mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-911/meloxicam-oral/details

Diakses pada 13 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/meloxicam.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601242.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



Rxlist. https://www.rxlist.com/mobic-drug.htm

Diakses pada 13 Agustus 2021



Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/meloxicam-oral-tablet#about

Diakses pada 13 Agustus 2021



MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxicam?mtype=generic

Diakses pada 13 Agustus 2021



medicinenet. https://www.medicinenet.com/meloxicam/article.htm

Diakses pada 13 Agustus 2021



MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/meloxicam-oral-route/description/drg-20066928

Diakses pada 13 Agustus 2021



Patient. https://patient.info/medicine/meloxicam-for-pain-and-inflammation

Diakses pada 13 Agustus 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Pengobatan jangka pendek pada osteoartritisPengobatan jangka panjang untuk rheumatoid arthritisMengobati gejala peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antarruas tulang belakang (ankylosing spondylitis)Meredakan juvenile arthritisMeloxicam bekerja dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim siklooksigenase (COX) berfungsi untuk membantu pembentukan senyawa prostaglandin yang memicu peradangan.Dengan terhambatnya enzim siklooksigenase, maka produksi senyawa prostaglandin akan berkurang, sehingga rasa sakit serta peradangan pada daerah cedera akan menurun.

Osteoarthritis:Artritis rheumatoid: Artritis pada anak-anak 2 tahun ke atas: 0,125 mg/kg satu kali sehari, maksimal 7,5 mg/hari

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Sakit kepalaBeristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.PusingJika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi dan menggunakan alat atau mesin.Mual atau muntahDuduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam.DiarePilih makanan sederhana. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.Konstipasi (sembelit)Cobalah makan lebih banyak makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran, serta banyak minum air putihGangguan pada darah, seperti anemia, sumsum tulang gagal membentuk granulosit (agranulositosis), kadar trombosit kurang dari normal (trombositopenia), dan kadar leukosit rendah (leukopenia)Gangguan pencernaan serta perut terasa tidak nyaman dan kembungSensasi berputar (vertigo)Telinga berdenging (tinnitus)Peningkatan atau penurunan berat badanGangguan pencernaan MengantukGugupSakit perutKesulitan tidur (insomnia)Perut kembungJantung berdebarKesemutanPerubahan suasana hati

Nama Produk

Arimed Tablet 15 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 94.000