SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Arcoxia Tablet 90 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 636.000

Jumlah Produk
0

Deskripsi

Arcoxia Tablet 90 mg (3 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengobati radang sendi atau osteoartritis. meringankan nyeri haid. mengobati rheumatoid arthritis. meringankan nyeri akut karena pembedahan mulut. meringankan nyeri yang disebabkan gangguan fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon. etoricoxib adalah salah satu obat golongan non-steroidal anti-inflammatory drugs (nsaid) yang bekerja dengan menghambat enzim cycloxygenase-2 (cox-2). enzim cycloxygenase-2 bertanggung jawab dalam pembentukan senyawa alami tubuh yang dapat menghasilkan rasa nyeri, yaitu prostaglandin. dengan dihambatnya enzim cycloxygenase-2, maka pembentukan prostaglandin juga akan terhambat, sehingga rasa nyeri dan peradangan akan berkurang.

Informasi zat aktif :

Etoricoxib memiliki efek meredakan peradangan (antiinflamasi) dan meringankan rasa nyeri (analgesik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, etoricoxib diketahui memiliki status:

  • Aborpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan, makanan dapat menghambat laju penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 100% dan waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi plasma) sekitar 1 jam tanpa makanan dan 2 jam dengan makanan.
  • Distribusi: Volume distribusi sebanyak 120 L dan ikatan protein plasma sekitar 92%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urine sebanyak 70% dan feses sebanyak 20%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 22 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Arcoxia tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Aspirin.
    Penggunaan bersama etoricoxib dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau lesi pada kulit atau bagian bawah mulut (ulserasi).
  • Lithium.
    Penggunaan bersama etoricoxib dapat meningkatkan kadar lithium plasma yang dapat menyebabkan keracunan dan gangguan fungsi ginjal.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama etoricoxib dapat meningkatkan waktu pembekuan darah (protombin).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter, jika Anda mengalami:

  • Kesulitan bernapas, seperti mengi atau sesak napas.
  • Reaksi alergi, seperti pembengkakan di sekitar mulut dan wajah, atau ruam kulit yang sangat gatal.
  • Darah atau tinja berwarna hitam, muntah darah, atau sakit perut parah.

Arcoxia Tablet 90 mg (3 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Etoricoxib
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
Dus, 3 Blister @ 10 Tablet salut selaput
Produsen
Merck Sharp Dohme Pharma

Informasi Zat Aktif

Etoricoxib memiliki efek meredakan peradangan (antiinflamasi) dan meringankan rasa nyeri (analgesik).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, etoricoxib diketahui memiliki status:

  • Aborpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan, makanan dapat menghambat laju penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 100% dan waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi plasma) sekitar 1 jam tanpa makanan dan 2 jam dengan makanan.
  • Distribusi: Volume distribusi sebanyak 120 L dan ikatan protein plasma sekitar 92%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urine sebanyak 70% dan feses sebanyak 20%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 22 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mengobati radang sendi atau osteoartritis.
  • Meringankan nyeri haid.
  • Mengobati rheumatoid arthritis.
  • Meringankan nyeri akut karena pembedahan mulut.
  • Meringankan nyeri yang disebabkan gangguan fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon.

Etoricoxib adalah salah satu obat golongan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) yang bekerja dengan menghambat enzim cycloxygenase-2 (COX-2). Enzim cycloxygenase-2 bertanggung jawab dalam pembentukan senyawa alami tubuh yang dapat menghasilkan rasa nyeri, yaitu prostaglandin. Dengan dihambatnya enzim cycloxygenase-2, maka pembentukan prostaglandin juga akan terhambat, sehingga rasa nyeri dan peradangan akan berkurang.

Komposisi

Etoricoxib 90 mg

Dosis

  • Dewasa dan anak anak dengan berat badan 20 kg ke atas: 250-500 mg/8 jam.
  • Anak-anak dengan berat badan 20 kg kebawah: 20-40 mg/kgbb/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.
  • Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan. Lalu, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Pembengkakan anggota tubuh karena penumpukan cairan (edema tungkai).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Rasa nyeri pada bagian atas perut (dispepsia).
  • Dada terasa terbakar (heartburn).
  • Lelah (asthenia).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kondisi gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Pasien yang memiliki penyakit gagal jantung akibat kekurangan oksigen (gagal jantung kongestif).
  • Pasien yang memiliki risiko serangan jantung (infark mikoard).
  • Pasien yang memiliki gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien yang memiliki penyakit darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki penyakit stroke.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Arcoxia tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan pembuluh darah dan suplai darah ke otak (serebrovaskular).
  • Pasien dengan riwayat penyempitan otot bronkus di paru-paru (bronkospasme) dan radang mukosa hidung (rinitis akut).
  • Penyakit penyempitan pembuluh darah arteri jantung (jantung iskemik).
  • Pasien yang alergi terhadap zat etoricoxib dalam obat ini.
  • Penyakit penyempitan pembuluh darah arteri perifer.
  • Pasien berusia di bawah 16 tahun.
  • Pasien dengan gangguan ginjal dan hati.
  • Wanita hamil.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aspirin.
    Penggunaan bersama etoricoxib dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau lesi pada kulit atau bagian bawah mulut (ulserasi).
  • Lithium.
    Penggunaan bersama etoricoxib dapat meningkatkan kadar lithium plasma yang dapat menyebabkan keracunan dan gangguan fungsi ginjal.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama etoricoxib dapat meningkatkan waktu pembekuan darah (protombin).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter, jika Anda mengalami:

  • Kesulitan bernapas, seperti mengi atau sesak napas.
  • Reaksi alergi, seperti pembengkakan di sekitar mulut dan wajah, atau ruam kulit yang sangat gatal.
  • Darah atau tinja berwarna hitam, muntah darah, atau sakit perut parah.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Arcoxia Tablet 90 mg (3 Strip @ 10 Tablet)