SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Arava tablet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri akibat peradangan sendi

Arava Tablet 20 mg (1 botol @ 30 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 1.524.600

Jumlah Produk
1

Tersedia 9 Penjual

Urutkan
Apotek Kosambi
Rp 1.775.505
Apotek KosambiKota Jakarta Barat
11.97 km
Apotek Dwi Sapta Nawami
Rp 1.524.600
Apotek Dwi Sapta NawamiKota Tangerang Selatan
14.03 km
Apotek Golden Sehat
Rp 1.650.000
Apotek Golden SehatKota Bekasi
21.74 km
Apotek Lulu Sehat
Rp 1.698.375
Apotek Lulu SehatBekasi
26.61 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Arava tablet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri akibat peradangan sendi yang disebabkan sistem imun menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis) dan radang sendi pada pasien penderita penyakit kulit proriasis (psoriasis arthritis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Arava 20 mg tablet mengandung zat aktif leflunomide. Zat aktif ini termasuk dalam kelas obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARDs). Obat golongan ini dapat mengurangi kerusakan sendi dan kecacatan yang disebabkan kerusakan tersebut. Caranya adalah dengan menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan yang menyebabkan rasa sakit dan bengkak.

Informasi zat aktif :

Leflunomide menghambat pembentukan pirimidin dengan menghambat aktivitas enzim dihydroorotate dehydrogenase, sehingga menghasilkan efek anti-pembengkakan (antiinflamasi).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh cetirizine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah. (ketersediaan hayati) sekitar 82-95%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 6-12 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: 0,13 L / kg. Ikatan protein plasma (metabolit aktif): 99% (terutama albumin).
  • Metabolisme: Dengan cepat diubah menjadi metabolit aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 43% dan feses sekitar 48%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 14-18 hari.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori X: Penggunaan Arava tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Interaksi obat :

  • Aspirin, leflunomide, duloxetine, dan acetaminophen.
    Leflunomide dapat menyebabkan kerusakan hati. Mengonsumsinya bersama obat lain yang juga dapat memengaruhi hati, seperti obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Etanercept, adalimumab, abatacept, hydroxychloroquine, dan infliximab.
    Mengonsumsi leflunomide bersama etanercept dapat meningkatkan risiko efek samping yang memengaruhi fungsi sumsum tulang dan mengakibatkan rendahnya jumlah sel darah yang berbeda.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda infeksi, seperti kelemahan mendadak atau perasaan sakit, demam, menggigil, sakit tenggorokan, seriawan, gusi merah atau bengkak, dan kesulitan menelan.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan dada mendadak, sesak napas (mengi), dan batuk kering.
  • Mudah memar, perdarahan tidak biasa di hidung, mulut, vagina, atau rektum, bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit, mati rasa, kesemutan, serta nyeri terbakar di tangan atau kaki.
  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, kelelahan, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna seperti tanah liat, dan kulit atau mata menguning.
  • Reaksi kulit yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, serta nyeri kulit diikuti kulit ruam, melepuh, dan mengelupas .

Indikasi (manfaat)

  • Meringankan rasa nyeri akibat rheumatoid arthritis.
  • Mengatasi radang sendi pada pasien penderita psoriasis (psoriasis arthritis).

Leflunomide bekerja dengan memblokir sistem kekebalan dan protein dalam tubuh yang menyebabkan peradangan untuk mengurangi kerusakan, nyeri, atau pembengkakan sendi. Dengan begitu, penderita radang sendi dapat bergerak lebih baik.

Komposisi

Leflunomide 20 mg.

Dosis

  • Dosis awal: 100 mg sekali sehari selama 3 kali/hari.
  • Dosis pemeliharaan: 10-20 mg/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan.

Efek Samping

  • Diare.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter Anda. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau memburuk.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat. Minumlah banyak cairan dan sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama. Hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau bertambah parah.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan botol berisi air panas.
  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda merasa pusing atau lelah, hentikan apa yang Anda lakukan. Duduk atau berbaringlah sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa lelah. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Seriawan.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelelahan yang tidak biasa.
  • Kelemahan atau kesemutan.
  • Kulit kering atau ruam.
  • Sedikit peningkatan tekanan darah.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki masalah pada hati, misalnya hepatitis B atau hepatitis C.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi obat resep atau obat bebas lainnya.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi obat atau suplemen herbal apa pun.
  • Pasien yang memiliki mengalami masalah ginjal.
  • Pasien yang mengalami kerusakan saraf.
  • Pasien yang pernah mengalami tuberkulosis (TB).
  • Pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya terinfeksi HIV atau riwayat masalah sumsum tulang.
  • Pasien penderita penyakit jantung, misalnya gagal jantung kongestif.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita penyakit paru-paru.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang menderita kerusakan hati.
  • Wanita hamil atau berencana segera memiliki bayi.

Nomor Izin Edar

DKI0585600517A1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Arava Tablet 20 mg (1 botol @ 30 Tablet)

Total

Rp 1.775.505