Aprovel tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan nefropati diabetik

Aprovel Tablet 150 mg (2 Strip @ 14 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 478.405

Jumlah Produk
1

Tersedia 6 Penjual

Apotek Kosambi
Rp 478.405
Apotek Kosambi
Kota Jakarta Barat11.97 km
Apotek Mose Nusa Jaya
Rp 480.000
Apotek Mose Nusa Jaya
Kota Tangerang Selatan1384.47 km
Apotek Gucimas
Rp 487.212
Apotek Gucimas
Kota Jakarta Barat12.67 km
Apotek Kita
Rp 508.620
Apotek Kita
Kota Depok24.75 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Aprovel tablet adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat diabetes (nefropati diabetik). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Aprovel tablet mengandung zat aktif irbesartan.

Irbesartan termasuk dalam kelas obat angiotensin receptor blockers (ARBs). Cara kerja obat ini adalah dengan memblokir aksi zat alami tertentu yang mempersempit pembuluh darah. Pemblokiran zat ini akan memperlebar pembuluh darah, sehingga memungkinkan darah mengalir lebih lancar dan jantung memompa lebih efisien.

Bila tidak ditangani, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan bagian tubuh lainnya.

Informasi zat aktif :

Irbesartan termasuk dalam golongan obat penghambat reseptor angiotensin II. Sesuai golongannya, obat ini bekerja dengan menekan efek hormon angiotensin untuk melebarkan dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, irbesartan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi di saluran cerna. Absorbsi dapat sedikit tertunda bila terdapat makanan.
  • Distribusi: Volume distribusi: 53-93 L. Ikatan protein plasma sekitar 96%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui empedu dan urine (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 11-15 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen.
    Penggunaan bersama irbesartan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
  • Obat peluruh urine (diuretik).
    Penggunaan bersama diuretik hemat kalium dapat menyebabkan risiko hiperkalemia atau peningkatan kadar kalium di dalam tubuhhingga melebihi batas normal.
  • Aliskiren.
    Penggunaan bersama aliskiren dapat menyebabkan risiko gangguan fungsi ginjal, tekanan darah rendah atau hipotensi, dan hiperkalemia.
  • Lithium.
    Irbesartan dapat meningkatkan kadar lithium dalam darah, sehingga dapat menyebabkan efek toksik atau keracunan.
  • Amilorid, triamteren, spironolakton, dan suplemen yang mengandung garam kalium.
    Meningkatkan risiko peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kelemahan, detak jantung tidak teratur, kesemutan, dan kram otot. Gejala ini bisa menjadi tanda perubahan kadar natrium dan kalium dalam darah.
  • Kulit pucat, merasa lelah, pingsan atau pusing, muncul bintik-bintik ungu, tanda-tanda perdarahan, sakit tenggorokan, dan demam. Gejala ini bisa menjadi tanda kelainan darah atau sumsum tulang.
  • Kulit atau bagian putih mata menguning. Gejala ini bisa menjadi tanda masalah hati.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), sehingga membantu mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.
  • Membantu menjaga fungsi ginjal dari kerusakan akibat penyakit kencing manis (diabetes melitus).

Aprovel tablet mengandung irbesartan 150 mg yang mampu membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi ginjal Anda. Caranya adalah dengan membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks serta memungkinkan ginjal membuang air dan garam berlebih.

Komposisi Obat

Irbesartan 150 mg.

Dosis Obat

Hipertensi: 150 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Nefropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2: 150 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan irbesartan. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda merasa pusing ketika berdiri atau beranjak, cobalah berdiri dengan sangat pelan atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaring atau duduklah agar tidak pingsan. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urine yang kurang dari biasanya atau mengeluarkan urine yang berwarna gelap dan berbau kuat. Jika Anda mengalami diare parah atau muntah karena sakit perut, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Minumlah obat ini setelah makan. Jangan makan terlalu banyak atau hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
    Jika Anda mengalami nyeri, merasa lemah, atau kelelahan otot yang tidak biasa akibat olahraga atau aktivitas berat, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Sensasi rasa panas dan seperti terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring yang disebabkan penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
  • Nyeri pada otot, ligamenm saraf, tendon, dan sendi (muskuloskeletal).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Gangguan fungsi seksual (disfungsi seksual).
  • Meningkatkan kadar serum kreatinin.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri dada.
  • Ruam pada kulit.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Kelelahan.
  • Menggigil.
  • Keringat dingin.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi akibat penyempitan arteri yang membawa darah ke ginjal (hipertensi renovaskular).
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada satu atau lebih arteri yang membawa darah menuju ginjal (stenosis arteri ginjal unilateral atau bilateral).
  • Pasien yang mengalami penurunan volume intravaskular, penyempitan pada katup aorta atau mitral pada jantung (stenosis aorta atau mitral), atau penebalan dan penyumbatan salah satu bagian jantung tanpa sebab jelas (kardiomiopati hipertrofik obstruktif).
  • Pasien penderita kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh atau gagal jantung kongestif. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung, sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal.
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Pasien gangguan hormonal yang menyebabkan tekanan darah tinggi (aldosteronism primer).
  • Pasien penderita diabetes melitus tipe 2.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menajlankan mesin.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan ginjal dengan klirens kreatinin 60 ml/menit ke bawah.
  • Pasien yang mengonsumsi obat aliskiren atau obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Ibu hamil dan menyusui.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Aprovel Tablet 150 mg (2 Strip @ 14 Tablet)

Total

Rp 478.405