Antrain Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Antrain Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, serta nyeri akibat peradangan. metamizol merupakan obat yang dapat bekerja dengan menghambat senyawa yang dapat menyebabkan peradangan yaitu prostaglandin, dengan penghambatan prostaglandin maka gejala peradangan seperti demam dan nyeri dapat berkurang.
Antrain Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Metamizole sodium
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
Interbat

Informasi Zat Aktif

Omeprazole digunakan untuk mengobati masalah perut dan kerongkongan karena tingginya asam lambung. Omeprazole bekerja dengan menurunkan jumlah asam yang diproduksi di lambung.

Obat ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan kondisi lain yang disebabkan asam lambung berlebih. Omeprazole juga digunakan untuk meningkatkan penyembuhan esofagitis erosif atau kerusakan pada kerongkongan akibat asam lambung.

Penggunaan omeprazole juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori (H. pylori).

Indikasi (manfaat) Obat

  • Menurunkan demam dan meredakan nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, serta nyeri akibat peradangan.

Metamizol merupakan obat yang dapat bekerja dengan menghambat senyawa yang dapat menyebabkan peradangan yaitu prostaglandin, dengan penghambatan prostaglandin maka gejala peradangan seperti demam dan nyeri dapat berkurang.

Komposisi Obat

Metamizole sodium 500 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Dosis umum: 0,5-1 g sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 4 g/hari. Pengobatan dilakukan selama 3-5 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Kelainan serius pada mata, kulit, bagian dalam mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson).
  • Gangguan sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah (anemia aplastik).
  • Hancurnya sel darah putih lebih cepat dari pembentukan sel darah (anemia hemolitik).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Rendahnya jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Mual atau muntah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Demam.
  • Kelainan darah (porfiria).
  • Pusing.
  • Sakit kepala yang membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Sesak nafas.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Ruam pada kulit.
  • Sensasi seperti rasa terbakar pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Urin berwarna kemerahan.
  • Gangguan kesulitan berkemih.
  • Terdapatnya protein dalam urin (proteinuria).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien kelemahan otot.
  • Pasien penderita kekurangan darah dan cairan dalam tubuh (hipovalemia).
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskuler yang tiidak stabil.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Pasien penderita asma bronkial.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal ringan hingga sedang.
  • Anak-anak.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Antarin tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap metamizol, turunan pirazolon, NSAID lain atau analgesik lainnya seperti mengalami rhinitis, asma, dan biduran (urtikaria).
  • Pasien yang mengalami supresi sumsum tulang atau gangguan pada darah seperti gangguan sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah (anemia aplastik), kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis), dan rendahnya jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Pasien yang mengalami kekurangan porfiria.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah di bawah batar normal (hipotensi).
  • Anak-anak usia 3 bulan ke bawah atau anak dengan berat badan 5 kg ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meingkatkan risiko penurunan kadar trombosit di bawah nilai normal (trombositopenia).
  • Fenotiazin dan klorpromazin.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan risiko penurunan suhu tubuh secara drastis (hipotermia).
  • Obat antidepresan trisiklik, kontrasepsi oral, monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), dan allupurinol.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan efek keracunan (toksisitas) obat-obat tersebut.
  • Barbiturat, glutetimid, dan fenilbutazon.
    Penggunaan bersama natirum metamizol menurunkan efektivitas dari barbiturat, glutetimid ,dan fenilbutazon.
  • Obat metotreksat.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan efek keracunan darah (hematotoksisitas).
  • Obat antidiabetik oral, sulfonamid, fenitoin.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan efek dari obat antidiabetik oral, sulfonamid, fenitoin.
  • Bupropion dan siklosporin.
    Penggunaan bersama natrium metamizol mengurangi kadar dari bupropion dan siklosporin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Antrain Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)