SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Anexia Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

adalah obat keras atau obat resep yang mengandung ramipril 10 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Anexia Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ramipril
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Pharos

Informasi Zat Aktif

Ramipril adalah obat golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini bekerja dengan merelaksasikan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan jantung dapat memompa darah lebih efisien.

Selain mengatasi tekanan darah tinggi, obat ini juga juga digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ramipril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (50-60%). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 2-4 jam (ramiprilat).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 56% (ramiprilat) dan 73% (ramipril).
  • Metabolisme: Ramipril hampir sepenuhnya dimetabolisme menjadi ramiprilat.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 13-17 jam (ramiprilat).

Indikasi (manfaat)

  • Mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, dan gangguan pada ginjal
  • Mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengatasi gagal jantung

Ramipril adalah obat yang dapat menghambat perubahan angiotensin I, yaitu hormon yang mengatur tekanan darah, menjadi angiotensin II, yaitu hormon yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Penghambatan inilah yang membuat pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun.

Komposisi

Ramipril 10 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Hipertensi
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg/hari sekali sehari. Dapat dikonsumsi hingga 10 mg/hari jika diperlukan.
  • Setelah serangan jantung
    • Dosis awal: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari, dapat ditingkatkan setelah 2 hari hingga 5 mg sebanyak 2 kali/hari. Pengobatan dimulai hari ke 3-10 setelah terjadi infark atau serangan jantung.
    • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg sebanyak 2 kali/hari
  • Gagal jantung
    • Dosis awal: 1,25 mg/hari
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari. Dosis 2,5 mg ke atas dapat diberikan dalam dua dosis terbagai atau dosis tunggal.
  • Pencegahan serangan jantung pada pasien berisiko tinggi
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sekali sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi.
    • Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari setelah 3 minggu berikutnya

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Pusing
    Jika ramipril membuat Anda merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Diare atau muntah
    Minumlah banyak air untuk mencegah dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
    Jika Anda mengalami diare atau muntah karena sakit perut atau penyakit, beri tahu dokter. Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan ramipril sementara sampai merasa lebih baik.
  • Batuk kering yang mengiritasi
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak membantu meredakan batuk yang disebabkan ramipril. Terkadang, batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Konsultasikan dengan dokter Anda jika batuk berlanjut. Jika Anda berhenti mengonsumsi ramipril, batuk mungkin membutuhkan beberapa hari hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Penglihatan kabur
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin saat gejala ini terjadi. Jika berlangsung lebih dari satu hari, bicarakan dengan dokter karena pengobatan Anda mungkin akan diubah.
  • Gatal atau ruam ringan pada kulit
    Minumlah antihistamin atau obat antialergi yang dapat Anda beli di apotek. Tanyakan jenis obat antialergi yang cocok untuk Anda.
  • Nyeri dada
  • Kelelahan

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita katup aorta atau mitral yang tidak dapat tertutup sempurna (stenosis katup aorta atau mitral)
  • Pasien yang berisiko mengalami penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi)
  • Pasien dengan penyempitan pembuluh darah arteri menuju ginjal
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati

Kategori Kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus) atau penderita gangguan ginjal yang mengonsumsi aliskiren
  • Pasien dengan riwayat pembengkakan pada mukosa atau jaringan di bawah kulit (angioedema)
  • Ibu hamil dan menyusui

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat NSAID, misalnya asam mefenamat dan ibuprofen
    Penggunaan ramipril bersama obat golongan NSAID dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal.
  • Obat peluruh air seni (diuretik) atau obat antihipertensi lain.
    Penggunaan ramipril dan obat di atas dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Lithium.
    Ramipril dapat meningkatkan kadar serum lithium di dalam tubuh dan menyebabkan keracunan.
  • Aliskiren.
    Penggunaan ramipril dengan aliskiren dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah hingga di atas normal(hiperkalemia), menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi), dan memicu terjadinya kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) pada pasien penderita diabetes atau gangguan ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, serta gejala pilek atau flu
  • Kalium tinggi yang ditandai dengan mual, lemas, perasaan geli, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dan kehilangan gerak
  • Kulit atau mata menguning)
  • Sedikit atau tidak bisa  buang air kecil
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Anexia Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)