Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) | Beli Online Toko SehatQ, Gratis Ongkir
SehatQ
SehatQ Profile
Amoxicillin tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri baik Gram negatif maupun Gram positif

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

5,0(2)

Harga Produk
Rp 5.300

Jumlah Produk
1

Tersedia 98 Penjual

Urutkan
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Amoxicillin tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, radang amandel atau tonsilitis, infeksi saluran pernapasan misalnya bronkitis dan pneumonia, serta infeksi saluran pencernaan, serta infeksi kulit dan jaringan lunak.

Selain dikonsumsi secara tunggal, antibiotik amoxicillin juga dapat dikombinasikan bersama antibiotik lain seperti klaritromisin atau obat penurun asam lambung seperti lansoprazole untuk mengobati sakit maag yang disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. 

Tersedia juga Amoxicillin Tablet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet) dalam kemasan box.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Amoxicillin
Kelas Terapi
Antiinfeksi
Klasifikasi
Antibiotik penicillin
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Amoxicillin termasuk dalam kelas obat yang disebut antibiotik mirip penisilin. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Antibiotik seperti amoxicillin tidak akan bekerja untuk mengatasi pilek, flu, dan infeksi virus lainnya. Mengonsumsi antibiotik saat tidak diperlukan meningkatkan risiko terjadinya resistensi terhadap antibiotik..

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amoxicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati
  • Ekskresi: Melalui urine (60% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-1,5 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi berbagai infeksi karena bakteri, antara lain:

  • Infeksi pada saluran pernapasan, seperti:
    • Peradangan pada amandel (tonsilitis)
    • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis)
    • Peradangan pada tenggorokan
    • Peradangan pada saluran alat pencernaan yang membawa makanan dari rongga mulut hingga ke esofagus (faringitis)
    • Infeksi pada bagian tengah telinga (otitis media)
    • Peradangan pada saluran pernapasan atau bronkus (bronkitis)
    • Penebalan dinding saluran pernapasan yang disebabkan infeksi (bronkiektasis)
    • Peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi (pneumonia)
  • Infeksi saluran kemih, seperti:
    • Infeksi ginjal yang disebabkan bakteri atau virus (pielonefritis)
    • Peradangan pada kandung kemih yang disebabkan infeksi (sistitis)
    • Peradangan atau pembengkakan pada saluran yang digunakan untuk mengeluarkan urine atau uretra (uretritis)
    • Kencing nanah (gonore)
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak, seperti:
    • Infeksi bakteri pada kulit dan lapisan bawah kulit (selulitis)
    • Infeksi bakteri pada kulit yang membentuk benjolan berisi nanah dan terasa nyeri (furunkulosis)
    • Infeksi pada kulit yang disebabkan Staphylococcus dan/atau Streptococcus (pioderma)
  • Mencegah infeksi pada lapisan bagian dalam jantung (endokarditis)
  • Infeksi bakteri pada saluran pencernaan, terutama lambung (Helicobacter pylori)
  • Demam yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi (demam tifoid) dan demam yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella paratyphi (demam paratiroid)
  • Mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri yang menyebabkan terbentuknya benjolan berisi nanah

Amoxicillin bekerja dengan mengikat protein pengikat penisilin untuk proses transpeptidase, yang mengarah ke aktivasi enzim autolitik di dinding sel bakteri. Mekanisme ini menyebabkan lisis atau hancurnya dinding sel bakteri, sehingga bakteri pun akan mati.

Komposisi

Amoxicillin 500 mg

Dosis

  • Dewasa: ½-1 tablet (250-500 mg) sebanyak 1 kali tiap 8 jam
  • Anak-anak:
    • Berat badan 20 kg ke bawah: 20-40 mg/kg BB/hari dalam dosis bagi tiap 8 jam
    • Berat badan 20 kg ke atas: ½-1 kaplet (250-500 mg) sebanyak 1 kali/8 jam
  • Penyakit gonokokus uretritis, yaitu saluran pembawa urine terinfeksi bakteri penyebab gonorea: 3 g sebagai dosis tunggal

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Sindrom Stevens-Johnson atau kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin
  • Penurunan kadar trombosit yang rendah dalam tubuh (trombositopenia)
  • Mudah memar atau berdarah
  • Sakit tenggorokan
  • Urine berwarna gelap
  • Mata atau kulit menguning
  • Peningkatan kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia)
  • Kegagalan sumsum tulang dalam membentuk granulosit (agranulositosis)
  • Rendahnya kadar sel darah putih dalam darah (leukopenia)
  • Gatal atau biduran
  • Demam
  • Anemia

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 25-30°C, terlindung dari cahaya dan kelembaban.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang menderita penyakit ginjal atau gangguan fungsi ginjal
  • Pasien yang menderita kanker darah (leukimia)
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
  • Pada penggunaan jangka panjang, lakukan pengecekan fungsi hati, ginjal, dan darah secara rutin
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik golongan beta-laktam lain, seperti penicillin, cephalorin, carbapenem, dan monobaktam

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap amoxicillin atau golongan penisilin lainnya
  • Pasien dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat ditularkan melalui droplet atau liur saat batuk maupun bersin (mononukleosis)
  • Pasien penderita infeks virus lainnya

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline
    Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline adalah obat yang dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri
  • Allopurinol
    Amoxicillin dapat meningkatkan risiko alergi terhadap allopurinol
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan)
    Penggunaan amoxicillin bersama obat antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan terjadinya memar dan perdarahan
  • Probenecid atau obat untuk mengatasi asam urat
    Penggunaan amoxicillin bersama probenesid dapat menyebabkan peningkatan kadar darah

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa minum obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan Amoxicillin tablet dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata
  • Diare parah (tinja berair atau berdarah) yang dapat terjadi dengan atau tanpa demam dan kram perut (dapat terjadi hingga 2 bulan atau lebih setelah perawatan)
  • Ruam dan gatal pada kulit
  • Kulit melepuh atau mengelupas
  • Sesak napas

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/
Diakses pada 13 Agustus 2021

Drugs. https://www.drugs.com/amoxicillin.html
Diakses pada 13 Agustus 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/amoxicillin-oral-tablet
Diakses pada 13 Agustus 2021

MIMS. https://www.drugs.com/amoxicillin.html
Diakses pada 13 Agustus 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html
Diakses pada 13 Agustus 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1531-3295/amoxicillin-oral/amoxicillin-oral/details
Diakses pada 13 Agustus 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/amoxicillin
Diakses pada 13 Agustus 2021

Ulasan Pembeli
52 ulasan
5
100%
(2)
4
0%
(0)
3
0%
(0)
2
0%
(0)
1
0%
(0)

Kartika Tiara0212

good
Pembelian dariApotek Putih
12 Sep 2021

Khusnul Khotimah

Pembelian dariApotek Golden Sehat Duri Raya
14 Jul 2021
Nama Produk

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 5.300