SehatQ
SehatQ Profile
Amoxicillin Tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

5,0(2)

Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.095

Jumlah Produk
1

Tersedia 107 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 4.300
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 5.000
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 4.400
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 47.000
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti:infeksi saluran kemih.
infeksi pada kulit.
infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru (bronkitis).
peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri (pneumonia).
digunakan bersama antibiotik clarithromycin untuk mengobati sakit maag karena infeksi helicobacter pylori.

amoxicillin bekerja dengan mengikat rantai peptidoglikan yang bertugas membentuk dinding sel bakteri. proses ini menyebabkan rusak atau pecahnya dinding sel, sehingga dapat merusak sel bakteri dan menyebabkan kematian sel.

Informasi zat aktif :

Amoxicillin adalah antibiotik golongan penisilin. Antibiotik ini bekerja dengan membunuh bakteri atau memperlambat pertumbuhannya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amoxicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (60% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-1,5 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan amoxicillin dengan antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Probenesid atau obat untuk mengatasi asam urat.
    Penggunaan amoxicillin dengan probenesid dapat menyebabkan peningkatan kadar probenesid dalam darah, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline.
    Obat di atas dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri.
  • Allopurinol.
    Amoxicillin dapat meningkatkan risiko alergi terhadap allopurinol.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoxicillin dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut parah
  • Diare berair atau berdarah, bahkan jika terjadi beberapa bulan setelah dosis terakhir Anda

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Amoxicillin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Amoxicillin adalah antibiotik golongan penisilin. Antibiotik ini bekerja dengan membunuh bakteri atau memperlambat pertumbuhannya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amoxicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (60% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-1,5 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi pada kulit.
  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru (bronkitis).
  • Peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri (pneumonia).
  • Digunakan bersama antibiotik clarithromycin untuk mengobati sakit maag karena infeksi Helicobacter pylori.

Amoxicillin bekerja dengan mengikat rantai peptidoglikan yang bertugas membentuk dinding sel bakteri. Proses ini menyebabkan rusak atau pecahnya dinding sel, sehingga dapat merusak sel bakteri dan menyebabkan kematian sel.

Komposisi

Amoxicillin 500 mg.

Dosis

  • Dewasa: ½-1 kaplet (250-500 mg) sebanyak 1 kali/8 jam.
  • Anak-anak:
  • Penyakit gonokokus uretritis, yaitu saluran pembawa urine terinfeksi bakteri penyebab gonorea: 3 g sebagai dosis tunggal.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Penurunan keping darah atau trombosit dalam darah.
  • Perubahan pada warna gigi.
  • Mata atau kulit menjadi menguning.
  • Gatal dan alergi pada kulit.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Kekurangan darah (anemia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kejang.
  • Gelisah.
  • Kulit kemerahan.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit ginjal atau gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita kanker darah (leukimia).
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik golongan beta-laktam lain, seperti penicillin, cephalorin, carbapenem, dan monobaktam.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi amoxicillin.
  • Pada penggunaan jangka panjang, lakukan pemantauan fungsi hati, ginjal, dan darah secara rutin.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap amoxicillin atau golongan penisilin lainnya.
  • Pasien penderita infeksi yang disebabkan virus.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan amoxicillin dengan antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Probenesid atau obat untuk mengatasi asam urat.
    Penggunaan amoxicillin dengan probenesid dapat menyebabkan peningkatan kadar probenesid dalam darah, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline.
    Obat di atas dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri.
  • Allopurinol.
    Amoxicillin dapat meningkatkan risiko alergi terhadap allopurinol.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoxicillin dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut parah
  • Diare berair atau berdarah, bahkan jika terjadi beberapa bulan setelah dosis terakhir Anda
Ulasan Pembeli
52 ulasan
5
100%
(2)
4
0%
(0)
3
0%
(0)
2
0%
(0)
1
0%
(0)

Kartika Tiara0212

good
Pembelian dariApotek Putih
12 Sep 2021

Khusnul Khotimah

Pembelian dariApotek Golden Sehat Duri Raya
14 Jul 2021
Nama Produk

Amoxicillin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 4.300