Amobiotic Drop 10 ml


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Amobiotic Drop adalah obat keras atau obat resep yang mengandung tiap 1 ml mengandung amoxicillin 100 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Amobiotic Drop 10 ml
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Amoxicillin.
Kelas Terapi
Antibiotik
Klasifikasi Obat
Antibiotik penicillin.
Kemasan
1 Box isi 1 Botol @ 10 ml
Produsen
Bernofarm

Informasi Zat Aktif

Amoxicillin merupakan antibiotik penicilin yang mampu menghentikan pertumbuhan dan membunuh bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amoxicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (60% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-1,5 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi pada kulit.
  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Infeksi saluran napas yang menuju ke paru-paru (bronkitis).
  • Peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri (pneumonia).
  • Digunakan bersama antibiotik clarithromycin untuk mengobati sakit maag karena infeksi Helicobacter pylori.

Komposisi Obat

Tiap 1 ml mengandung amoxicillin 100 mg

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Dosis anak BB lebih dari 20 kg : 20-40 kg/BB/hari sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Penurunan keping darah atau trombosit dalam darah.
  • Perubahan pada warna gigi.
  • Mata atau kulit menjadi menguning.
  • Gatal dan alergi pada kulit.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Kekurangan darah (anemia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kejang.
  • Gelisah.
  • Kulit kemerahan.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 15-25 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit ginjal atau gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita kanker darah (leukimia).
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik golongan beta-laktam lain, seperti penicillin, cephalorin, carbapenem, dan monobaktam.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi amoxicillin.
  • Pada penggunaan jangka panjang, lakukan pemantauan fungsi hati, ginjal, dan darah secara rutin.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap amoxicillin atau golongan penisilin lainnya.
  • Pasien penderita infeksi yang disebabkan virus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan amoxicillin dengan antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Probenesid atau obat untuk mengatasi asam urat.
    Penggunaan amoxicillin dengan probenesid dapat menyebabkan peningkatan kadar probenesid dalam darah, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline.
    Obat di atas dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri.
  • Allopurinol.
    Amoxicillin dapat meningkatkan risiko alergi terhadap allopurinol.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoxicillin dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Ruam dan gatal pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata.
  • Kulit melepuh atau mengelupas.
  • Kram perut (dapat terjadi hingga 2 bulan atau lebih setelah perawatan).
  • Diare parah (tinja berair atau berdarah) yang dapat terjadi dengan atau tanpa demam.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Amobiotic Drop 10 ml