SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Ambiopi kaplet adalah obat untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih

Ambiopi Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 42.754


Apotek Mall 24 Sukowono
Rp 42.754
Apotek Mall 24 SukowonoKabupaten Jember
801 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Ambiopi kaplet adalah obat untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas, dan kencing nanah (gonorrhoea).

Selain itu obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi saluran bilier yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran empedu.

Ambiopi kaplet mengandung zat aktif ampicillin. Ampicillin merupakan antibiotik golongan penisilin yang dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. 

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Ambiopi Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ampicillin
Kelas Terapi
Antiinfeksi
Klasifikasi
Antibiotik penicillin
Kemasan

1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)

Produsen
Mersifarma Tirmaku Mercusana

Informasi Zat Aktif

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ampicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan dapat mengurangi kecepatan dan tingkat penyerapan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas. Melintasi plasenta dan memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme sampai batas tertentu menjadi asam penisilloa.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine sebagai obat tidak berubah sekitar 20-40%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) sekitar 1-1,5 jam.

Indikasi (manfaat)

Ampicillin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Peradangan kandung kemih (sistitis)
  • Penyakit menular seksual, seperti kencing nanah (gonore) yang tidak terkomplikasi
  • Infeksi atau radang pada adnexa rahim (adnexitis)
  • Peradangan yang terjadi pada dinding rahim
  • Infeksi bakteri yang menyerang saluran reproduksi perempuan (demam puerperal)
  • Infeksi yang mengakibatkan peradangan pada paru-paru (pneumonia)
  • Infeksi pada bagian tengah telinga (otitis media)
  • Infeksi pada ginjal (pielonefritis akut dan kronis)

Ampicillin bekerja denfan cara mengikat dan menonaktifkan protein pengikat penisilin (PBP) yang terletak di membran dalam dinding sel bakteri. Menonaktifkan PBP dapat mengganggu ikatan silang rantai peptidoglikan yang diperlukan untuk menjaga kekuatan dan kekakuan dinding sel bakteri.

Proses tersebut akan menghentikan pertumbuhan bakteri, sehingga akhirnya bakteri tersebut akan mati.

Komposisi

Ampicillin 500 mg

Dosis

Infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, infeksi saluran cerna (gastroenteritis), infeksi bakteri Listeria (listeriosis), otitis media, infeksi streptokokus perinatal, dan peradangan peritoneum (peritonitis)

  • Dewasa: 0,25-1 g tiap enam jam.
  • Anak-anak berusia 10 tahun ke bawah: Setengah dosis rutin orang dewasa.

Demam tifoid dan paratifoid

  • Dewasa: 1-2 g tiap enam jam selama dua minggu pada infeksi akut.

Gonore tanpa komplikasi

  • Dewasa: 2 g dikombinasikan dengan 1 g probenecid sebagai dosis tunggal, dianjurkan untuk diulang pada pasien wanita.

Infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 500 mg tiap delapan jam.

Aturan pakai

Dikonsumsi dalam perut kosong, sekitar satu hingga dua jam setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Muntah
    Jika Anda mengalami gejala ini, cobalah sesering mungkin minum air. Hubungi apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau air seni berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter
  • Sakit perut
    Cobalah beristirahat. Makan dan minum secara perlahan dengan porsi lebih sedikit tetapi lebih sering. Kompres perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Lidah bengkak, hitam, atau terasa seperti berbulu
  • Vagina gatal atau keputihan

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang menderita asma
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang menderita gangguan ginjal
  • Pasien yang menderita penyakit ginjal dan hati
  • Pasien yang mengalami kanker darah atau leukimia limfatik
  • Pasien yang menderita penyakit kencing manis (diabetes)
  • Pasien yang menderita diare akibat mengonsumsi antibiotik
  • Pasien yang menderita demam

Pada penggunaan jangka panjang perlu dilakukan pemantauan fungsi ginjal, hati, dan darah.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi atau riwayat terhadap ampicilin atau antibiotik serupa, seperti amoxicillin, dicloxacillin, nafcillin, dan penisilin
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal berat

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Probenecid dan sulfinpirazon
    Penggunaan obat ini bersama probenecid dan sulfinpirazon dapat menyebabkan pengurangan ekskresi obat di atas, sehingga meningkatkan risiko terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Allopurinol
    Allopurinol dapat meningkatkan reaksi kulit yang diinduksi dengan ampicilin.
  • Chloroquine
    Chloroquine dapat mengurangi penyerapan broadapen suspensi kering.
  • Erythromycin, chloramphenicol, dan tetracycline
    Penggunaan bersama obat di atas dapat mengganggu efektivitas ampicillin dalam membunuh bakteri penyebab infeksi.
  • Methotrexate
    Bicaralah dengan dokter sebelum menggunakan methotrexate bersama ampicillin. Menggunakan ampicillin dalam dosis tinggi untuk infeksi berat terkadang dapat meningkatkan kadar dan efek methotrexate dalam darah.
  • Warfarin dan phenindion
    Penggunaan obat ini bersama warfarin atau phenindion dapat mengubah waktu pembekuan darah.
  • Vaksin tifoid oral
    Obat ini dapat mengurangi efektivitas vaksin tifoid oral.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kemerahan atau gatal pada kulit
  • Pusing atau sesak napas
  • Kulit pucat serta tangan dan kaki dingin
  • Luka lecet, bisul, atau nyeri di mulut
  • Sakit perut parah dan diare berair atau berdarah, bahkan jika terjadi berbulan-bulan setelah dosis terakhir
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri sendi, atau tidak enak badan

Patient. https://patient.info/medicine/ampicillin-for-infections-penbritin

Diakses pada 16 Agustus 2021




Healthline. https://www.healthline.com/health/ampicillin-oral-capsule

Diakses pada 16 Agustus 2021




Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_ampicillin_penicillin/drugs-condition.htm

Diakses pada 16 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ampicillin.html

Diakses pada 16 Agustus 2021



MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ampicillin?mtype=generic

Diakses pada 16 Agustus 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8613/ampicillin-oral/details

Diakses pada 16 Agustus 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685002.html

Diakses pada 16 Agustus 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Ampicillin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti:Infeksi pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)Infeksi saluran pencernaanPeradangan kandung kemih (sistitis)Penyakit menular seksual, seperti kencing nanah (gonore) yang tidak terkomplikasiInfeksi atau radang pada adnexa rahim (adnexitis)Peradangan yang terjadi pada dinding rahimInfeksi bakteri yang menyerang saluran reproduksi perempuan (demam puerperal)Infeksi yang mengakibatkan peradangan pada paru-paru (pneumonia)Infeksi pada bagian tengah telinga (otitis media)Infeksi pada ginjal (pielonefritis akut dan kronis)Ampicillin bekerja denfan cara mengikat dan menonaktifkan protein pengikat penisilin (PBP) yang terletak di membran dalam dinding sel bakteri. Menonaktifkan PBP dapat mengganggu ikatan silang rantai peptidoglikan yang diperlukan untuk menjaga kekuatan dan kekakuan dinding sel bakteri.Proses tersebut akan menghentikan pertumbuhan bakteri, sehingga akhirnya bakteri tersebut akan mati.

Infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, infeksi saluran cerna (gastroenteritis), infeksi bakteri Listeria (listeriosis), otitis media, infeksi streptokokus perinatal, dan peradangan peritoneum (peritonitis)Dewasa: 0,25-1 g tiap enam jam.Anak-anak berusia 10 tahun ke bawah: Setengah dosis rutin orang dewasa.Demam tifoid dan paratifoidDewasa: 1-2 g tiap enam jam selama dua minggu pada infeksi akut.Gonore tanpa komplikasiDewasa: 2 g dikombinasikan dengan 1 g probenecid sebagai dosis tunggal, dianjurkan untuk diulang pada pasien wanita.Infeksi saluran kemihDewasa: 500 mg tiap delapan jam.

Dikonsumsi dalam perut kosong, sekitar satu hingga dua jam setelah makan.

MualKonsumsilah makanan ringan. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.MuntahJika Anda mengalami gejala ini, cobalah sesering mungkin minum air. Hubungi apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau air seni berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokterSakit perutCobalah beristirahat. Makan dan minum secara perlahan dengan porsi lebih sedikit tetapi lebih sering. Kompres perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.DiareUntuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.Lidah bengkak, hitam, atau terasa seperti berbuluVagina gatal atau keputihan

Nama Produk

Ambiopi Kaplet 500 mg (10 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 42.754