SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Allopurinol Tablet adalah obat untuk mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat

Allopurinol Tablet 100 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 28.000


Tersedia 8 Penjual

Urutkan
Apotek Kota Bambu
Rp 28.000
Apotek Kota BambuKota Jakarta Barat
2.95 km
Apotek Seni Budaya
Rp 44.000
Apotek Seni BudayaKota Jakarta Barat
5.56 km
Apotek Bahari Raya
Rp 44.300
Apotek Bahari RayaJakarta Selatan
12.18 km
Apotek Aldi
Rp 43.000
Apotek AldiKota Jakarta Utara
13.81 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Allopurinol Tablet 100 mg (10 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk manfaat allopurinol, antara lain:

mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat.
mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia primer.
mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan penyakit lain atau hiperurisemia sekunder.
mengatasi produksi asam urat berlebih pada pasien yang menjalani terapi kanker, seperti kanker darah yang terjadi karena produksi sel darah merah terlalu banyak pada sumsum tulang (polisitemia vera) dan terapi pengobatan kanker (sitostatik).

obat allopurinol bekerja dengan cara menekan enzim xanthine oksidase untuk mengurangi pembentukan asam urat. selain itu, kandungan allupurinol dalam obat ini juga dapat memperlambat sintesis purin, yaitu hasil metabolisme protein, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan membentuk kristal asam urat.

Informasi zat aktif :

Allopurinol adalah obat yang bekerja dengan menghambat kerja enzim xanthine oksidase. Pemblokiran enzim xanthine oksidase dapat mencegah perubahan xanthine dan hypoxanthine menjadi asam urat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, allopurinol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian oral, sekitar 80-90% dosis diserap
  • Distribusi: Didistribusi secara luas ke seluruh tubuh kecuali di otak. 50% kadar obat ditemukan di seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi oxypurinol oleh xanthine oxidase. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 1 sampai 2 jam.
  • Ekskresi: 5-7% dari dosis allopurinol dikeluarkan melalui urine dalam waktu 6 jam setelah konsumsi

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Allopurinol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Azathioprine.
    Mengonsumsi allopurinol bersama azathioprine dapat meningkatkan efek azathioprine, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Mercaptopurine.
    Mengonsumsi allopurinol bersama mercaptopurine dapat meningkatkan efek mercaptopurine. Hal ini dapat menyebabkan demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Chlorpropamide.
    Allopurinol dapat menyebabkan chlorpropamide tinggal di tubuh Anda lebih lama, sehingga dapat meningkatkan risiko gula darah rendah.
  • Warfarin.
    Mengonsumsi warfarin bersama allopurinol dapat menyebabkan perdarahan.
  • Lisinopril.
    Mengonsumsi allopurinol bersama lisinopril dapat meningkatkan risiko reaksi alergi dan infeksi parah.
  • Ciclosporin.
    Mengonsumsi allopurinol dengan ciclosporin dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh.
  • Dicumarol.
    Allopurinol dapat menyebabkan dicumarol tinggal di tubuh Anda lebih lama dan dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Allopurinol Tablet 100 mg (10 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Allopurinol
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan

1 box isi 10 strip @ 10 tablet (100 mg)

Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Allopurinol adalah obat yang bekerja dengan menghambat kerja enzim xanthine oksidase. Pemblokiran enzim xanthine oksidase dapat mencegah perubahan xanthine dan hypoxanthine menjadi asam urat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, allopurinol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian oral, sekitar 80-90% dosis diserap
  • Distribusi: Didistribusi secara luas ke seluruh tubuh kecuali di otak. 50% kadar obat ditemukan di seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi oxypurinol oleh xanthine oxidase. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 1 sampai 2 jam.
  • Ekskresi: 5-7% dari dosis allopurinol dikeluarkan melalui urine dalam waktu 6 jam setelah konsumsi

Indikasi (manfaat)

Manfaat allopurinol, antara lain:

  • Mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat.
  • Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia primer.
  • Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan penyakit lain atau hiperurisemia sekunder.
  • Mengatasi produksi asam urat berlebih pada pasien yang menjalani terapi kanker, seperti kanker darah yang terjadi karena produksi sel darah merah terlalu banyak pada sumsum tulang (polisitemia vera) dan terapi pengobatan kanker (sitostatik).

Obat Allopurinol bekerja dengan cara menekan enzim xanthine oksidase untuk mengurangi pembentukan asam urat. Selain itu, kandungan allupurinol dalam obat ini juga dapat memperlambat sintesis purin, yaitu hasil metabolisme protein, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan membentuk kristal asam urat.

Komposisi

Allopurinol 100 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal: 100-300 mg/hari.
  • Dosis pemeliharaan: 200-600 mg/hari.
  • Dosis tunggal maksimal: 300 mg/hari.
  • Kondisi ringan: 2-10 mg/kgBB/hari atau 100-200 mg/hari.
  • Kondisi sedang: 300-600 mg/hari.
  • Kondisi berat: 700-900 mg/hari.

Pemberian dosis allopurinol harus disertai pemantauan kadar asam urat dalam serum atau urine selama 1-3 minggu, hingga efek yang diinginkan tercapai.

Anak-anak: 10-20 mg/kgBB/hari atau 100-400 mg/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mengantuk.
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Ruam kulit.
  • Rasa sakit saat buang air kecil.
  • Terdapat darah dalam urine.
  • Iritasi pada mata.
  • Pembengkakan bibir atau mulut.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Menggigil.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Gatal.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap allopurinol.
  • Pasien yang mengalami gagal jantung kronis.
  • Pasien yang dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
  • Pasien yang memiliki masalah pada hati dan kerusakan ginjal dari sedang hingga berat.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Allopurinol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap allopurinol.
  • Pasien yang mengalami gagal jantung kronis.
  • Pasien dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
  • Pasien yang memiliki masalah pada hati dan kerusakan ginjal dari sedang hingga berat.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Azathioprine.
    Mengonsumsi allopurinol bersama azathioprine dapat meningkatkan efek azathioprine, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Mercaptopurine.
    Mengonsumsi allopurinol bersama mercaptopurine dapat meningkatkan efek mercaptopurine. Hal ini dapat menyebabkan demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Chlorpropamide.
    Allopurinol dapat menyebabkan chlorpropamide tinggal di tubuh Anda lebih lama, sehingga dapat meningkatkan risiko gula darah rendah.
  • Warfarin.
    Mengonsumsi warfarin bersama allopurinol dapat menyebabkan perdarahan.
  • Lisinopril.
    Mengonsumsi allopurinol bersama lisinopril dapat meningkatkan risiko reaksi alergi dan infeksi parah.
  • Ciclosporin.
    Mengonsumsi allopurinol dengan ciclosporin dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh.
  • Dicumarol.
    Allopurinol dapat menyebabkan dicumarol tinggal di tubuh Anda lebih lama dan dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Nomor Izin Edar

GKL1944400610A1 (Kimia Farma)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Manfaat allopurinol, antara lain:Mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat.Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia primer.Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan penyakit lain atau hiperurisemia sekunder.Mengatasi produksi asam urat berlebih pada pasien yang menjalani terapi kanker, seperti kanker darah yang terjadi karena produksi sel darah merah terlalu banyak pada sumsum tulang (polisitemia vera) dan terapi pengobatan kanker (sitostatik).Obat Allopurinol bekerja dengan cara menekan enzim xanthine oksidase untuk mengurangi pembentukan asam urat. Selain itu, kandungan allupurinol dalam obat ini juga dapat memperlambat sintesis purin, yaitu hasil metabolisme protein, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan membentuk kristal asam urat.

Dewasa:Dosis awal: 100-300 mg/hari.Dosis pemeliharaan: 200-600 mg/hari.Dosis tunggal maksimal: 300 mg/hari.Kondisi ringan: 2-10 mg/kgBB/hari atau 100-200 mg/hari.Kondisi sedang: 300-600 mg/hari.Kondisi berat: 700-900 mg/hari.Pemberian dosis allopurinol harus disertai pemantauan kadar asam urat dalam serum atau urine selama 1-3 minggu, hingga efek yang diinginkan tercapai.Anak-anak: 10-20 mg/kgBB/hari atau 100-400 mg/hari.

Dikonsumsi sesudah makan.

Mual.Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.Muntah.Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.Sakit perut.Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.Sakit kepala.Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.Diare.Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.Mengantuk.Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).Ruam kulit.Rasa sakit saat buang air kecil.Terdapat darah dalam urine.Iritasi pada mata.Pembengkakan bibir atau mulut.Demam.Sakit tenggorokan.Menggigil.Penurunan nafsu makan.Penurunan berat badan.Gatal.

Nama Produk

Allopurinol Tablet 100 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 28.000