SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Alerfed Tablet adalah obat untuk meredakan peradangan pada mukosa hidung (rhinitis alergi).

Alerfed Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 22.300

Jumlah Produk
0

Tersedia 15 Penjual

Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 28.000
Apotek Fakhira 24 Jam
Kota Jakarta Selatan3.99 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 26.300
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
Apotek Laguna Sehat
Rp 32.000
Apotek Laguna Sehat
Kota Jakarta Utara6.62 km
Apotek AIS
Rp 31.000
Apotek AIS
Kota Jakarta Selatan6.69 km

Deskripsi

Alerfed Tablet (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk
meredakan peradangan pada mukosa hidung (rhinitis alergi).
melegakan hidung tersumbat.

triprolidin termasuk ke dalam obat menghambat zat histamin yang bekerja dalam memicu reaksi alergi sehingga dapat meredakan gejala alergi yang terjadi dan pseudoefedrin bekerja dengan menyusutkan pembuluh darah di mukosa pernapasan yang membesar sehingga dapat melegakan hidung tersumbat.

Informasi zat aktif :

Triprolidin turunan alkilamin merupakan antagonis reseptor histamin H1 kompetitif yang kuat, sehingga menghambat kemampuan zat kimia tubuh dalam memicu reaksi alergi (histamin), sedangkan pseudoefedrin adalah agen simpatomimetik yang memiliki aksi melegakan hidung tersumbat (dekongestan) pada mukosa hidung. pseudoefedrin secara langsung merangsang reseptor alfa dan beta adrenergik sehingga menyebabkan penyusutan pembuluh darah (vasokonstriksi) mukosa pernapasan yang membesar atau membengkak serta melamaskan (relaksasi) otot bronkial.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, spiramisin diketahui memiliki status:

  • Distribusi: Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2 jam dan pseudoefedrin secara cepat terabsorbsi dari saluran cerna serta waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Triprolidin dan pseudoefedrin dieskresi melaui urin dengan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) triprolidin sekitar 3,2 jam, sedangan pseudoefedrin selama 5-8 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan alerfed tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI) seperti isocarboksazid, linezolid, metilenblue, muklobemid, fenelzin, procarbazin, rasagilin, safinamid, selegilin, tranilsipromin. Penggunaan bersama dengan salah satu obat golongan MAOI, dapat meningkatkan tekanan darah pasien,kebanyakan obat MAIO juga tidak boleh diminum selama dua minggu sebelum pengobatan dengan obat ini.
  • Obat antihipertensi seperti guanetidine dan metildopa. Penggunaan pseudoefedrin bersamaan salah satu obat antihipertensi seperti guanetidin atau metildopa dapat menurunkan efek dari obat antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gemetar tidak terkendali (tremor).
  • Kejang.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Tubuh merasa lemah yang tidak biasa.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.
  • Merasa sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi.

Alerfed Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
  • Pseudoefedrin HCI
  • Triprolidin HCI
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet
Produsen
Guardian Pharmatama

Informasi Zat Aktif

Triprolidin turunan alkilamin merupakan antagonis reseptor histamin H1 kompetitif yang kuat, sehingga menghambat kemampuan zat kimia tubuh dalam memicu reaksi alergi (histamin), sedangkan pseudoefedrin adalah agen simpatomimetik yang memiliki aksi melegakan hidung tersumbat (dekongestan) pada mukosa hidung. pseudoefedrin secara langsung merangsang reseptor alfa dan beta adrenergik sehingga menyebabkan penyusutan pembuluh darah (vasokonstriksi) mukosa pernapasan yang membesar atau membengkak serta melamaskan (relaksasi) otot bronkial.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, spiramisin diketahui memiliki status:

  • Distribusi: Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2 jam dan pseudoefedrin secara cepat terabsorbsi dari saluran cerna serta waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Triprolidin dan pseudoefedrin dieskresi melaui urin dengan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) triprolidin sekitar 3,2 jam, sedangan pseudoefedrin selama 5-8 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Meredakan peradangan pada mukosa hidung (rhinitis alergi).
  • Melegakan hidung tersumbat.

Triprolidin termasuk ke dalam obat menghambat zat histamin yang bekerja dalam memicu reaksi alergi sehingga dapat meredakan gejala alergi yang terjadi dan pseudoefedrin bekerja dengan menyusutkan pembuluh darah di mukosa pernapasan yang membesar sehingga dapat melegakan hidung tersumbat.

Komposisi

  • Pseudoefedrin HCI 60 mg
  • Triprolidin HCI 2,5 mg

Dosis

  • Dyspepsia/gangguan pencernaan fungsional : Dewasa : 3 x sehari 1 tablet Mual & muntah
  • Dewasa : 3-4 x sehari 1-2 tablet Anak : 3 x sehari 0.25 mg/kg BB

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Menempatkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda sangat kesakitan, bicarakan dengan dokter atau apoteker.
  • Mulut, hidung, tenggorokan kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula. Untuk mulut kering cobalah hisap permen atau permen karet bebas gula, atau minum minuman dingin. Jika ini tidak membantu, atau Anda mengalami sariawan, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Mengantuk.
    Minum obat ini ini di malam hari dan kurangi jumlah alkohol yang Anda minum. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa mengantuk. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dengan dokter Anda.
  • Pusing.
    Cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum banyak air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sereal, sayuran, dan buah segar.
  • Kesulitan tidur.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes).
  • Pasien dengan gangguan fungsi tiroid.
  • Pasien dengan penyakit pernapasan.
  • Pasien dengan penyumbatan saluran kemih (obstruksi saluran kemih).
  • Pasien dengan gangguan ginjal dan hati sedang sampai berat.
  • Pasien yang mengalami tekanan bola mata (intraokular) yang tinggi atau glaukoma.
  • Pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Pasien yang mengalami pembesaran prostat jinak (hiperplasia prostat).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan alerfed tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Tidak boleh diberikan kepada pasien yang mengonsumsi obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dalam dua minggu sebelumnya.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) berat atau penyakit arteri koroner yang parah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap triprolidin atau pseudoefedrin.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI) seperti isocarboksazid, linezolid, metilenblue, muklobemid, fenelzin, procarbazin, rasagilin, safinamid, selegilin, tranilsipromin. Penggunaan bersama dengan salah satu obat golongan MAOI, dapat meningkatkan tekanan darah pasien,kebanyakan obat MAIO juga tidak boleh diminum selama dua minggu sebelum pengobatan dengan obat ini.
  • Obat antihipertensi seperti guanetidine dan metildopa. Penggunaan pseudoefedrin bersamaan salah satu obat antihipertensi seperti guanetidin atau metildopa dapat menurunkan efek dari obat antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gemetar tidak terkendali (tremor).
  • Kejang.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Tubuh merasa lemah yang tidak biasa.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.
  • Merasa sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Alerfed Tablet (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0