SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Stok Habis
Adelysin drops adalah suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan lisin di masa pertumbuhan anak.

Adelysin Drops 10 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 0

Jumlah Produk
0

Tersedia 4 Penjual

Apotek Satrio Puri Botanical
Rp 20.400
Apotek Satrio Puri Botanical
Kota Jakarta Barat10.6 km
Apotek Satrio Gading Serpong
Rp 20.400
Apotek Satrio Gading Serpong
Kota Tangerang21.9 km
Apotek Satrio Intermoda BSD
Rp 20.400
Apotek Satrio Intermoda BSD
Tangerang24.76 km
Apotek Sarika
Rp 19.058
Apotek Sarika
Kota Bogor44.26 km

Deskripsi

Adelysin drops adalah suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan lisin di masa pertumbuhan anak. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Adelysin drops mengandung zat aktif vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, nikotinamida, pantotenol, dan lisin hidroklorida.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Adelysin Drops 10 ml
Golongan Obat
Suplemen & Vitamin
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, nikotinamida, pantenol, dan lisin hidroklorida.
Kelas Terapi
Suplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi
Suplemen
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 10 ml
Produsen
Prafa

Informasi Zat Aktif

Vitamin B1 atau tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Riboflavin (vitamin B2) dibutuhkan untuk pemanfaatan energi dari makanan. Ini penting untuk respirasi jaringan normal. Itu juga diperlukan untuk aktivasi piridoksin dan konversi triptofan menjadi asam nikotinat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran GI bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% diekskresikan dalam urin sebagai obat tidak berubah. Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh.

Nikotinamida adalah turunan vitamin B3. Ini dimasukkan ke dalam koenzim nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) dan nicotinamide adenine dinucleotide phosphate (NADP), yang terlibat dalam beberapa jalur metabolisme seluler (misalnya respirasi jaringan, metabolisme lipid dan glikogenolisis). Ia juga memiliki aktivitas anti-inflamasi yang signifikan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran GI. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak: 20-70 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi turunan N-methylnicotinamide, 2-pyridone dan 4-pyridone dan asam nikotinuric.
  • Ekskresi: Melalui urin (sebagai obat yang tidak berubah dan sebagai metabolit). Waktu paruh eliminasi: 45 menit.

Vitamin B5 yang larut dalam air, ditemukan di mana-mana pada tumbuhan dan jaringan hewan dengan sifat antioksidan. Pentothenate adalah komponen koenzim A (CoA) dan bagian dari vitamin B2 kompleks. Vitamin B5 merupakan faktor pertumbuhan dan penting untuk berbagai fungsi metabolisme, termasuk metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B5 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 70% (diekskresikan tidak berubah dalam urin) dan 30% (feses). 

Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 merupakan vitamin esensial. Artinya tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, dan produk susu. Bisa juga dibuat di laboratorium. Ini sering dikonsumsi bersamaan dengan vitamin B lainnya. Vitamin B12 paling sering digunakan untuk kekurangan vitamin B12, suatu kondisi di mana kadar vitamin B12 dalam darah terlalu rendah, serta keracunan sianida dan tingginya kadar homosistein dalam darah (hiperhomosisteinemia).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mengikat faktor intrinsik yang disekresikan oleh mukosa lambung, melalui saluran GI secara aktif atau dengan difusi pasif.
  • Distribusi: Di dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik, melalui urin (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Indikasi (manfaat)

  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan lisin selama masa pertumbuhan anak.

Vitamin A meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak, memperbaiki jaringan dan tulang, kulit, mata, dan kekebalan tubuh. Asupan vitamin A yang tidak mencukupi dapat menyebabkan kekurangan vitamin A yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berupa rabun senja dan dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi pada masa pertumbuhan, seperti campak dan diare.
Vitamin B1, vitamin B2, vitamin, B6, dan B12 membantu metabolisme, produksi energi, dan sistem peredaran darah dan saraf yang sehat.
Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan otot. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat dari makanan yang penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang.
Pantenol adalah zat kimia yang terbuat dari asam pantotenat atau disebut juga vitamin B5. yang dibutuhkan anak-anak untuk proses metabolisme lemak dan karbohidrat dan membantu dalam produksi sel darah merah dan hormon adrenal pada anak-anak.
Lisin adalah asam amino esensial karena tubuh tidak dapat membuatnya, melainkan mendapatkannya dari makanan. Lisin bermanfaat pertumbuhan normal dan pergantian otot dan digunakan untuk membentuk karnitin yaitu zat yang ditemukan di sebagian besar sel tubuh Anda, membantu meredakan luka, menurunkan tekanan darah, dan mencegah gejala kekurangan lisin.

Komposisi

Dosis

  • Anak-anak:
    • 1-3 tahun: 5-10 tetes/hari.
    • 3-6 tahun: 10-20 tetes/hari
  • Bayi usia 1 tahun ke bawah: 5 tetes/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Letakkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejala semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Tanyakan apoteker Anda apakah Anda harus minum obat dengan makanan. Hindari makanan berlemak atau digoreng, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat meningkatkan risiko mual. Hindari berbaring telentang saat beristirahat dan minum obat sebelum tidur, karena tidur akan berpotensi mual.
  • Diare.
    Minumlah air di siang hari agar tetap terhidrasi. Usahakan untuk minum sekitar 2-3 liter (8-12 gelas) sehari saat Anda sakit.
  • Reaksi alergi seperti gatal, ruam, biduran, atau pembengkakan pada wajah.
  • Mengantuk.
  • Mati rasa atau kesemutan pada lengan atau pada kaki.
  • Warna urine menjadi kuning.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar, hindari dari cahaya, panas, dan kelembaban.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita penyakit kulit.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien dengan penyakit kantong empedu.
  • Wanita hamil.

Kategori Kehamilan

Vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, pantenol (vitamin B5).
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan adelysin drops pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin D dan nikotinamid.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan adelysin drops pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap vitamin B dan lisin.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Retinoid.
    Penggunaan retinoid dengan vitamin A dapat menyebabkan terlalu banyak vitamin A dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko efek samping.
  • Antibiorik tetrasiklin.
    Vitamin A dapat berinteraksi dengan beberapa antibiotik. Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang sangat besar bersama dengan beberapa antibiotik dapat meningkatkan kemungkinan efek samping yang serius yang disebut tekanan darah tinggi di rongga kepala (hipertensi intrakranial).
  • Warfarin.
    Warfarin digunakan untuk memperlambat pembekuan darah, sedangkan Vitamin A dalam jumlah besar juga dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi Vitamin A bersama dengan warfarin dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan.
  • Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Fenobarbital.
    Fenobarbital dapat meningkatkan kecepat riboflavin dipecah dalam tubuh.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2 di dalam tubuh, sehingga mungkin menyebabkan terlalu banyak riboflavin di dalam tubuh.
  • Obat antikolinergik.
    Penggunaan antikolinergik ini dengan riboflavin (vitamin B2) dapat meningkatkan kadar riboflavin yang diserap dalam tubuh.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi keefektifannya, terutama bila juga dikombinasikan dengan obat kemoterapi cisplatin.
  • Barbiturat.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat (barbiturat) dapat menurunkan durasi dan intensitas obat.
  • Kalsium.
    Lisin dapat meningkatkan kadar kalsium yang diserap tubuh. Penggunaan kalsium bersama dengan lisin dapat meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh. Hindari mengonsumsi kalsium dan lisin dalam jumlah besar secara bersamaan.
  • Neomisin, kloramfenikol, asam aminosalisilat, dan antagonis reseptor H2.
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda, jika Anda mengalami:

  • Sesak napas.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1
Diakses pada 19 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5427/pyridoxine-vitamin-b6-oral/details
Diakses pada 19 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-237/lysine
Diakses pada 19 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1534/niacinamide
Diakses pada 19 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 19 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 19 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1010/cyanocobalamin-vitamin-b-12-oral/details
Diakses pada 19 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/thiamine-side-effects.html
Diakses pada 19 Oktober 2020

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Adelysin Drops 10 ml

Total

Rp 0

Jual dan Beli Adelysin Drops 10 ml dari Apotek Online Toko SehatQ

Adelysin Drops merupakan multivitamin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan anak dan bayi. Adelysin Drops mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamn D, niasinamida, panthenol, dan lysina.

Perpaduan kandungan tersebut dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak sekaligus memelihara kesehatannya. Tumbuh kembang anak yang terganggu dan pertumbuhan gigi pada bayi yang terlambat dapat dicegah dengan mengonsumsi Adelysin Drops.

Perhatikan petunjuk penggunaan Adelysin Drops yang tertera pada kemasan. Beli online Adelysin Drops dengan harga terbaru hanya di Toko SehatQ, pasti asli dan tepercaya!


Merek: Adelysin
Bentuk sediaan: Drop
Principal/Distributor obat: Prafa
Manufacture: Prafa
Kemasan obat: 1 box isi 1 botol @ 10 mL

Indikasi/Manfaat Adelysin Drops 10 ml

Meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh pada bayi dan anak dimasa pertumbuhannya.

Dosis Adelysin Drops 10 ml


  • Bayi dibawah 1 tahun: 5 tetes/hari.
  • Anak 1-3 tahun: 5-10 tetes/hari.
  • Anak 3-6 tahun: 10-20 tetes/hari.

Cara Penggunaan Adelysin Drops 10 ml


Dikonsumsi bersama makanan agar dapat diabsorpsi dengan baik.

Cara Menyimpan Adelysin Drops 10 ml


Simpan ditempat sejuk dan kering. Hindari paparan sinar matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Adelysin Drops 10 ml Jika:


Hipesensitif terhadap salah satu komponen suplemen ini.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Adelysin Drops 10 ml



Efek Samping Obat Adelysin Drops 10 ml