SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Aclonac tablet adalah obat untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan

Aclonac Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 12.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Abe Farma
Rp 12.000
Apotek Abe Farma
Kota Tangerang13.69 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Aclonac tablet adalah obat untuk meredakan nyeri, seperti nyeri haid (dismenore) dan nyeri pascaoperasi. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengurangi peradangan, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Aclonac tablet mengandung zat aktif kalium diklofenak. Zat aktif ini dapat merawat kondisi kronis, seperti radang sendi, serta meredakan nyeri dan pembengkakan (peradangan) dari berbagai kondisi nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga dapat mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan sendi yang disebabkan oleh peradangan sendi atau arthritis.

Informasi zat aktif :

Kalium diklofenak dikenal sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini memiliki aktivitas sebagai antinyeri, penurun demam, dan antiinflamasi atau antiradang. Obat in digunakan untuk meredakan nyeri, serta mengatasi masalah persendian, otot, dan tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dan hampir seluruhnya. Penyerapan obat dapat tertunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% obat terikat dengan protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama, dengan 60% obat yang tidak berubah mencapai peredaran darah.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine sekitar 40% sampai 60%.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Aclonac pada ibu hamil. Tetapi, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Aspirin, antiplatelet, dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.
  • Kortikosteroid dan antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti escitalopram dan fluoxetine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya luka pada saluran pencernaan dan menyebabkan perdarahan.
  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menurunkan kadar dan efektivitas Aclonac tablet dalam mengatasi peradangan dan nyeri.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping pada penyakit jantung.
  • Penghambat ACE, diuretik, diuretik, ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan obat di atas bersama kalium diklofenak dapat menyebabkan tingginya kadar kalium dalam darah dan kerusakan ginjal.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gejala flu.
  • Ruam pada kulit.
  • Terjadi masalah pada jantung, seperti pembengkakan, peningkatan berat badan yang terjadi secara cepat, dan sesak napas.
  • Masalah ginjal yang ditandai dengan sedikit atau tidak buang air kecil, nyeri ketika buang air kecil, bengkak pada bagian lengan atau kaki, serta merasa lelah atau sesak napas.
  • Masalah hati yang disertai mual, diare, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, gatal, urine berwarna gelap, dan perubahan pada kulit atau mata yang menjadi kekuningan.
  • Terjadi tanda-tanda perut berdarah, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah terlihat seperti bubuk kopi.

Indikasi (manfaat)

  • Meringankan nyeri dan mengurangi peradangan pada pasien penderita peradangan sendi yang disebabkan kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis) dan peradangan pada sendi yang menyebabkan celah ruas antar tulang tertutup serta punggung belakang terasa nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis).
  • Meringankan nyeri pada penderita radang sendi (arthritis), peradangan sendi yang disebabkan kerusakan tulang rawan (osteoarthritis), sakit gigi, dan sakit kepala sebelah (migrain).
  • Meringankan nyeri ringan sampai sedang.
  • Meringankan nyeri nyeri pada tulang.

Aclonac tablet mengandung zat aktif kalium diklofenak yang dapat mengurangi nyeri dan peradangan. Obat ini termasuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX), yaitu enzim yang dapat membantu tubuh membuat prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan terjadinya rasa sakit dan peradangan. Dengan menghambat pembentukan prostaglandin, maka gejala peradangan, seperti nyeri dan bengkak akan berkurang.

Komposisi

Kalium diklofenak 25 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal: 100-150 mg dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.

Anak-anak berusia14 tahun ke atas: 75-100 mg/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Perut kembung, sakit perut, dan penurunan nafsu makan.
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil secara perlahan. Berolahragalah secara teratur.
  • Pusing hingga merasa sekeliling seperti berputar (vertigo).
    Jika Anda merasa pusing, hentikan aktivitas. Lalu, duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa pusing. Saat tubuh Anda terbiasa dengan diklofenak, efek samping ini akan hilang.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit alternatif. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi diklofenak. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mual.
    Minum diklofenak dengan atau setelah makan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Jika Anda sedang sakit, cobalah sesering mungkin minum air. Berkonsultasilah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Maag.
  • Nyeri dada.
  • Mengantuk.
  • Biduran.
  • Asma.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Cara Penyimpanan

Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Pasien dengan kondisi asma.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada usus atau lambung.
  • Pasien yang memiliki masalah pada ginjal atau hati.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang merokok.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki masalah pada lambung.
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi plak menumpuk di dalam arteri yang menyalurkan darah menuju otak, organ, dan anggota tubuh (peripheral arterial disease).
  • Pasien dengan kondisi penyakit pembuluh darah di otak, terutama arteri otak (cerebrovascular disease).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap diklofenak atau NSAID lain, seperti ibuprofen.
  • Pasien yang mengalami asma ketika mengonsumsi aspirin.
  • Pasien penderita gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengalami penurunan aliran darah atau kekurangan oksigen yang mempengaruhi otot jantung (penyakit jantung iskemik).
  • Pasien yang mengalami perdarahan.
  • Pasien yang memiliki luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal yang berat.
  • Wanita hamil trimester ketiga.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Aclonac Tablet 25 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 12.000