SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

3TC-HBV Tablet 100 mg (2 Strip @ 14 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 0

Jumlah Produk
1

Tersedia 25 Penjual

Apotek Kosambi
Rp 32.527
Apotek Kosambi
Kota Jakarta Barat11.97 km
Apotek Asyifa Cilangkap
Rp 32.550
Apotek Asyifa Cilangkap
Kota Depok30.22 km
Apotek A.K.A Farma
Rp 32.830
Apotek A.K.A Farma
Kota Jakarta Barat7.74 km
Apotek Pionsakti
Rp 33.800
Apotek Pionsakti
Kota Batam899.32 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

3TC-HBV Tablet 100 mg (2 Strip @ 14 Tablet) adalah obat untuk mengobati dua infeksi virus yang berbeda, yaitu: peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis b (hbv). infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit human immunodeficiency virus (hiv). lamivudin merupakan obat yang termasuk dalam kelas nucleoside reverse transcriptase inhibitors (nrtis). obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah virus hiv dan hepatitis b dalam darah. meskipun lamivudin tidak menyembuhkan hiv, hal itu dapat menurunkan kemungkinan anda mengembangkan acquired immune deficiency syndrome (aids) dan penyakit terkait hiv seperti infeksi serius atau kanker.

Informasi zat aktif :

Lamivudin merupakan obat yang dapat mengurangi jumlah virus hepatitis B dan HIV, obat ini berada dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). Obat ini merupakan analog nukleosida sintetis, pengurangan gugus fosfat (difosforilasi) ke dalam tubuh menjadi metabolit 5'-trifosfat aktif. Ini menghambat aktivitas reverse transcriptase yang bergantung pada RNA dan DNA melalui penghentian rantai DNA.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lamivudin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan dapat tertunda dengan menelan bersama makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam darah sebesar 80-87%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi sawar darah-otak dan plasenta; memasuki ASI. Volume distribusi: 1,3 L/kg. Pengikatan protein plasma hingga 36%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara intraseluler menjadi metabolit aktif lamivudin trifosfat melalui penambahan gugus fosfat (fosforilasi).
  • Ekskresi: Melalui urin, terutama sebagai obat yang tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 5-7 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan 3TC-HBV tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Emtrisitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan peningkatan efek buruk jika dikonsumsi dengan emtrisitabin.
  • Trimetoprim.
    Trimetoprim dapat menyebabkan penurunan pengeluaran lamivudin sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Zalsitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan efek yang berlawanan dengan tindakan antivirus zalsitabin.
  • Azitromisin.
    Penggunaan lamivudin dan azitromisin dapat menyebabkan terjadinya anemia berat.
  • Lamivudin dan tenofovir dengan abacavir.
    Dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan terjadinya resistansi dapat terjadi akibat penggunaan obat sebanyak 3 kali/hari.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

  • Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki masalah pankreas yang ditandai dengan sakit parah di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat, atau masalah hati yang ditandai dengan terjadinya bengkak di sekitar bagian tengah tubuh, sakit perut bagian kanan atas, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning yang ditandai dengan kulit atau mata menguning.
  • Jika Anda mengalami gejala peningkatan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat) yang ringan dapat memburuk seiring waktu, dan kondisi ini bisa berakibat fatal. Hubungi dokter jika Anda mengalami: nyeri otot yang tidak biasa, kesulitan bernapas, sakit perut, muntah, detak jantung tidak teratur, pusing, merasa kedinginan, atau merasa sangat lemah atau lelah.

3TC-HBV Tablet 100 mg (2 Strip @ 14 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Lamivudin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Glaxo Wellcome Indonesia

Informasi Zat Aktif

Lamivudin merupakan obat yang dapat mengurangi jumlah virus hepatitis B dan HIV, obat ini berada dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). Obat ini merupakan analog nukleosida sintetis, pengurangan gugus fosfat (difosforilasi) ke dalam tubuh menjadi metabolit 5'-trifosfat aktif. Ini menghambat aktivitas reverse transcriptase yang bergantung pada RNA dan DNA melalui penghentian rantai DNA.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lamivudin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan dapat tertunda dengan menelan bersama makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam darah sebesar 80-87%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi sawar darah-otak dan plasenta; memasuki ASI. Volume distribusi: 1,3 L/kg. Pengikatan protein plasma hingga 36%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara intraseluler menjadi metabolit aktif lamivudin trifosfat melalui penambahan gugus fosfat (fosforilasi).
  • Ekskresi: Melalui urin, terutama sebagai obat yang tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 5-7 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengobati dua infeksi virus yang berbeda, yaitu:

  • Peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV).
  • Infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit human immunodeficiency virus (HIV).

Lamivudin merupakan obat yang termasuk dalam kelas nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah virus HIV dan hepatitis B dalam darah. Meskipun lamivudin tidak menyembuhkan HIV, hal itu dapat menurunkan kemungkinan Anda mengembangkan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dan penyakit terkait HIV seperti infeksi serius atau kanker.

Komposisi

Lamivudin 100 mg.

Dosis

Dewasa: 100 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
    Minum banyak air untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan adanya penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, urin berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Mual, muntah, sakit perut, perut kembung, dan gangguan pencernaan.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana, serta hindari makanan yang kaya rasa atau pedas. Jika kondisi ini masih berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Gejala batuk dan pilek serta demam.
    Bicarakan dengan dokter Anda tentang hal ini.
  • Kelelahan.
    Jangan mengemudi kendaraan dan jangan menggunakan alat atau mesin saat Anda merasa kelelahan. Jika kondisi ini terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia), ruam pada kulit, kerontokan rambut, dan nyeri otot.
    Jika semua ini mengganggu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Peradangan pada organ pankreas (pankreatitis).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak dengan riwayat atau faktor risiko peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Pasien penderita membesarnya ukuran organ hati (hepatomegali), peradangan pada organ hati (hepatitis) atau faktor risiko lain untuk penyakit hati.
  • Wanita hamil.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan 3TC-HBV tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap lamivudin.
  • Ibu menyusui.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Emtrisitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan peningkatan efek buruk jika dikonsumsi dengan emtrisitabin.
  • Trimetoprim.
    Trimetoprim dapat menyebabkan penurunan pengeluaran lamivudin sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Zalsitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan efek yang berlawanan dengan tindakan antivirus zalsitabin.
  • Azitromisin.
    Penggunaan lamivudin dan azitromisin dapat menyebabkan terjadinya anemia berat.
  • Lamivudin dan tenofovir dengan abacavir.
    Dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan terjadinya resistansi dapat terjadi akibat penggunaan obat sebanyak 3 kali/hari.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki masalah pankreas yang ditandai dengan sakit parah di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat, atau masalah hati yang ditandai dengan terjadinya bengkak di sekitar bagian tengah tubuh, sakit perut bagian kanan atas, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning yang ditandai dengan kulit atau mata menguning.
  • Jika Anda mengalami gejala peningkatan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat) yang ringan dapat memburuk seiring waktu, dan kondisi ini bisa berakibat fatal. Hubungi dokter jika Anda mengalami: nyeri otot yang tidak biasa, kesulitan bernapas, sakit perut, muntah, detak jantung tidak teratur, pusing, merasa kedinginan, atau merasa sangat lemah atau lelah.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

3TC-HBV Tablet 100 mg (2 Strip @ 14 Tablet)

Total

Rp 32.527